••••Selamat Datang di Info Kita Saja Blog••••
Terbaru Hari Ini
print this page
Postingan Baru
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan

Penjelasan Ilmiah Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah

Nabi Musa tak bisa dipisahkan dari Laut Merah. Salah satu mukzijat yang diberikan Allah SWT kepada Musa adalah kemampuan untuk membelah Laut Merah sehingga utusan Allah itu bisa melintasinya bersama para pengikutnya.

Penjelasan Ilmiah Kisah Nabi Musa Membelah Laut Merah

Musa dan pengikutnya menyeberangi Laut Merah untuk menghindari kejaran dari Fir'aun dan pasukannya. Seizin Allah, rombongan Musa berhasil melalui laut yang dalam itu. Laut kembali menutup dan Fir'aun bersama pasukannya pun tenggelam ditelan Laut Merah. Kisah itu dengan jelas tertulis dalam Alquran maupun Alkitab.


Setelah melalui riset komputer yang cukup lama, peneliti di Amerika Serikat menyimpulkan kisah Laut Merah yang terbelah seakan memberi jalan bagi Musa itu, bila dilihat dari sisi ilmiah, sangat mungkin terjadi. Angin timur yang bertiup sepanjang malam bisa mendorong air laut seperti yang dikisahkan dalam Alquran atau Alkitab.

Menurut simulasi komputer yang mempelajari bagaimana angin mempengaruhi air, memperlihatkan bahwa angin mampu mendorong air kembali pada satu titik sehingga seperti membentuk sungai yang membungkuk untuk menyatu dengan laguna di pesisir. Demikian dilaporkan Pusat Riset Atmosfer Nasional (NCAR) dan Universitas Colorado. ''Hasil simulasi sangat cocok dengan kisah yang disampaikan dalam Exodus (Keluaran),'' ujar Carl Drews dari NCAR, yang memimpin studi ini.

''Terbelahnya air (laut) dapat dipahami melalui dinamika fluida. Angin menggerakkan air dengan cara yang sesuai dengan hukum-hukum fisika, menciptakan lorong bagi perjalanan yang aman dengan air pada kedua sisinya dan itu memungkinan air untuk tiba-tiba menutup kembali.''

Drews dan rekan-rekannya mempelajari bagaimana badai topan di Samudera Pasifik dapat menggerakkan dan mempengaruhi air samudra yang dalam. Para peneliti itu juga menunjuk satu situs di selatan Laut Mediterania sebagai tempat penyeberangan yang legendaris, dengan model tanah yang memungkinkan terjadinya air laut membelah.

Model ini memerlukan formasi berbentuk huruf U dari Sungai Nil dan laguna dangkal di sepanjang garis pantai. Hal ini menunjukkan bahwa angin dengan kecepatan 63 mil per jam yang terus berhembus selama 12 jam, bisa mendorong air hingga kedalaman 6 kaki (2 meter). ''Ini (menjadi) jembatan tanah sepanjang 3-4 kilometer (2 sampai 2,5 mil) dan luas 5 kilometer (3 mil), dan tetap terbuka selama 4 jam,'' tulis mereka di jurnal Public Library of Science, PLoS ONE.

''Orang-orang selalu terpesona oleh kisah Exodus (Keluaran), bertanya-tanya apakah itu datang dari fakta-fakta sejarah,'' kata Drews. ''Penelitian ini menunjukkan bahwa deskripsi terpisahnya perairan memang memiliki dasar dalam hukum-hukum fisika.'' (ROL)
0 komentar

Terungkap Firaun Agung Meninggal dibunuh Putranya

Seorang pembunuh menyayat tenggorokan Firaun agung yang terakhir di Mesir pada puncak perebutan kekuasaan yang sengit, demikian dikatakan oleh para ilmuwan menurut laporan pada bulan Desember 2012 tentang pembunuhan keluarga kerajaan yang terjadi 3.000 tahun lalu. Teknologi Forensik menunjukkan bahwa Ramses III, raja yang dipuja sebagai dewa, menemui ajalnya di tangan seorang pembunuh atau pembunuh-pembunuh atas perintah istrinya yang bersekongkol dengan anaknya yang ambisius.

Terungkap Firaun Agung Meninggal dibunuh Putranya
 
Jenazah yang dikenal sebagai “Mumi yang Menjerit” bisa jadi adalah anak laki-laki raja ini, yang kemungkinan dipaksa untuk bunuh diri setelah persekongkolan tersebut, demikian menurut para ilmuwan.

Pencitraan tomografi komputer dari mumi Ramses III menunjukkan bahwa pipa saluran pernafasan dan pembuluh darah besar dari Firaun disayat, yang meninggalkan luka sepanjang 70 milimeter dan mencapai hampir ke tulang belakang, demikian kata para penyelidik. Sayatan itu memotong semua jaringan lunak di bagian depan leher.


“Saya hampir tidak meragukan mengenai kenyataan bahwa Ramses III dibunuh melalui sayatan ini di tenggorokannya,” kata Albert Zink, ahli patologi purbakala dari Institut untuk Mumi dan Manusia Es pada European Academy of Bozen/Bolzano di Italia. “Sayatan tersebut sangat dalam dan cukup besar hampir sampai ke tulang [belakang] — sayatan itu pasti cedera yang mematikan.”

Ramses III, yang berkuasa dari sekitar tahun 1188 sampai 1155 sebelum Masehi, digambarkan dalam dokumen purbakala sebagai “Dewa yang Agung” dan pemimpin militer yang mempertahankan Mesir, kemudian jarahan perang terkaya di Mediterania, dari invasi militer yang berulang kali. Beliau meninggal pada usi 65 tahun, tetapi penyebab kematiannya tidak pernah jelas. Bukti yang samar-samar ada di Papirus Kehakiman Turin, yang mencatat empat sidang pengadilan terhadap para tertuduh yang bersekongkol dalam kematian raja, di antaranya adalah salah seorang istri termudanya, Tiy, dan anak laki-lakinya, Pangeran Pentawere.

Dalam penilaian mumi sepanjang tahun, Zink dan para pakar dari Mesir, Italia, dan Jerman menemukan bahwa luka pada leher Ramses III tersembunyi oleh pembalut mumi.

“Ini adalah misteri besar yang tertinggal, apa yang sebenarnya terjadi pada raja.” kata Zink tentang penelitian ini, yang diterbitkan oleh British Medical Journal. “Kami sangat terkejut dan senang karena kami sebenarnya tidak berharap menemukan sesuatu. Orang-orang lain telah memeriksa mumi ini, paling sedikit dari bagian luar, dan selalu dijelaskan [sebagai] ‘tidak ada tanda-tanda kekerasan dari trauma apapun atau kecelakaan.’ ” 

 


Mungkin juga tenggorokan Ramses dipotong setelah kematiannya, tapi kelihatannya sangat tidak mungkin karena praktik seperti itu tidak pernah tercatat sebagai teknik pengawetan mayat Mesir kuno, kata para peneliti. Selain itu, ditemukan adanya jimat yang dipercaya berisi kemampuan gaib untuk kesembuhan pada luka tersebut.

“Bagi saya, ini sangat jelas bahwa mereka memasukkan jimat ini agar beliau sembuh di kehidupan alam baka,” kata Zink. “Bagi orang-orang Mesir kuno, sangat penting memiliki tubuh yang utuh untuk hidup di alam baka,” dan para petugas pengawet jenazah sering menggantikan anggota-anggota tubuh dengan tongkat-tongkat dan bahan-bahan lainnya, katanya.

Para peneliti juga memeriksa mumi dari laki-laki yang tidak dikenal yang berumur antara 18 dan 20 tahun yang ditemukan dengan Ramses III di ruang pemakaman kerajaan. Mereka menemukan bukti genetika bahwa mayat, yang dikenal sebagai Mumi yang Menjerit karena mulutnya yang terbuka dan wajahnya yang berkerut, ada hubungan keluarga dengan Ramses dan kemungkinan adalah Pangeran Pentawere.

“Yang khusus tentang dia adalah bahwa dia diawetkan dengan cara yang aneh. ... Mereka tidak memindahkan organ-organ tubuh, tidak memindahkan otak,” kata Zink. “Dia memiliki warna kemerahan yang aneh dan bau yang sangat aneh. Dan dia juga ditutupi dengan kulit kambing, dan ini sesuatu yang dianggap tidak suci pada zaman Mesir kuno.” — kemungkinan hukuman bagi jenazah.

Kalau ini adalah Pentawere, tampaknya mungkin dia telah dipaksa untuk menggantung dirinya sendiri, sebuah hukuman yang pada zaman itu dianggap cukup untuk membersihkan dosa seseorang untuk kehidupan di alam baka, kata para peneliti.

Sejarah menunjukkan komplotan itu gagal untuk menumbangkan garis keturunan pewaris kerajaan. Ramses digantikan oleh keturunan yang dipilihnya, anak laki-lakinya Amonhirkhopshef.  (APD Forum)
0 komentar

Ikan Ini Ciptakan "Crop Circle" di Dasar Laut

Tahun 1995, struktur geometris mirip crop circle ditemukan di dasar laut wilayah Pulau Amami-Oshima, Jepang. Struktur tampak rapi, terdiri atas lembah dan puncak, tetapi belum diketahui asal usulnya. Apakah struktur itu buatan atau alami? Mungkinkah buatan alien seperti kebanyakan crop circle sering diidentikkan?

Ikan Ini Ciptakan "Crop Circle" di Dasar Laut
Ikan buntal membuat struktur serupa "crop circle" untuk memikat betina. Struktur yang pembuatannya rumit dan menyita energi itu digunakan sebagai tempat meletakkan telur. | Scientific Report

Penelitian pada tahun 2011 akhirnya mengungkap bahwa struktur tersebut alami, dibuat oleh pejantan ikan buntal (Torquigener sp). Terungkap pula bahwa struktur tersebut berperan penting dalam proses perkawinan ikan jenis ini. Pejantan ikan buntal akan berupaya sebaik mungkin untuk membuat "crop circle" terbaik agar betina tertarik kepadanya.


Dalam publikasi di jurnal Scientific Report, 1 Juli 2013, ilmuwan Jepang yang terdiri dari Hiroshi Kawase, Yoji Okata, dan Kimiaki Ito menjelaskan bahwa bukan saja "crop circle" buatan ikan buntal itu yang unik. Proses pembuatannya pun mengejutkan, membuktikan bahwa ikan buntal cukup cerdas dalam membuat struktur rumit ini.

Kawase dan rekannya menguraikan, pada tahap awal, ikan buntal akan membuat bentuk lingkaran dasar terlebih dahulu. Untuk membuatnya, ikan buntal menggunakan sirip dada, sirip anal, dan sirip ekor. Setelah lingkaran dasar terbentuk, ikan buntal jantan baru mulai mendekorasi struktur geometri pemikat betina itu.

Pembuatan dekorasi juga terbilang cukup rumit. Dari lingkaran bagian luar, ikan buntal akan bergerak ke dalam, membentuk struktur radial dengan puncak dan lembah yang terhubung dengan lingkaran dasar yang telah dibuat. Ikan buntal akan membuat struktur ini satu per satu hingga keseluruhan sudut lingkaran dasar terpenuhi.

Pada tahap menengah, ikan buntal akan mengulangi gerakan ini sehingga struktur radial makin jelas. Kemudian, ikan buntal akan berenang memutar di bagian tengah lingkaran sehingga seluruh pasir teraduk. Kemudian, ikan buntal akan mengibaskan sirip ekornya di bagian tengah lingkaran hingga terbentuk pola yang tak beraturan di bagian tersebut.

Butuh energi besar dan waktu lama bagi ikan buntal untuk membuat struktur ini. Setidaknya, ikan buntal membutuhkan 7-9 hari untuk membuatnya. Uniknya, pejantan takkan menggunakan struktur yang sama di lokasi yang sama untuk memikat betina. Bisa dibilang, ikan buntal memakai satu "ranjang" untuk satu perkawinan saja.

"Crop circle" ini tak hanya indah tetapi juga fungsional. Betina akan datang ke struktur ini. Lalu, pejantan akan mengejar dan pada akhirnya proses perkaiwnan terjadi, betina meletakkan telur di bagian tengah struktur geometris ini. Pejantan akan bertahan di struktur ini selama paling tidak 6 hari. Betina akan tinggal satu menit lalu pergi dan beberapa kali akan menjenguk. "Crop circle", pembuatan dan proses penggunaannya begitu mengagumkan.  (Kompas)
0 komentar

Ilmuan Berhasil Ungkap Gen Adam dan Hawa

Satu penelitian mengungkap asal usul manusia modern pertama di dunia. Setelah melakukan pelacakan berbasis kromosom Y, kromosom pada laki-laki, tim peneliti dari University of Califronia menyimpulkan manusia pertama berasal dari kawasan Afrika timur sekitar 135 ribu tahun yang lalu.

Ilmuan Berhasil Ungkap Gen Adam dan Hawa

Melansir LiveScience, Minggu 4 Agustus 2013, hasil penelitian ini meralat penelitian sebelumnya yang menyatakan nenek moyang manusia laki-laki pertama tinggal 50.000-60.000 tahun silam.

Menariknya, peneliti menyebutkan antara nenek moyang laki-laki dan perempuan pertama tidak saling tinggal dalam lokasi yang berdekatan. "Dua orang itu tidak mengenal satu sama lain," kata Melissa Wilson Sayres, ahli genetika Universitas California, yang tidak terlibat dalam penelitian.
 


Peneliti meyakini manusia modern telah meninggalkan Afrika antara 60.000-200.000 tahun silam. Sayangnya keyakinan itu masih kabur, belum jelas.

Untuk diketahui, guna melacak garis nenek moyang laki-laki pertama, diperlukan pelacakan pada kromosom Y. Kromosom ini diturunkan identik dari seorang ayah ke anak. Kromosom Y bisa melacak garis laki-laki menuju ke ayah dari semua manusia.

Sebaliknya, pada perempuan, hanya bisa dilacak dengan struktur DNA yang diturunkan kepada anaknya. DNA perempuan tersembunyi dalam sel telur.

Namun seiring waktu, ahli genetik Stanford University Carlos Bustamante, menjelaskan kromosom laki-laki berkembang campur aduk bentangan DNA. Hasilnya, terjadi potongan fragmen DNA dari urutan gen. Kondisi ini semakin mempersulit analisa.

Mengingat kondisi itu, Bustamante bersama koleganya mengumpulkan potongan gen yang lebih besar dengan mengurutkan seluruh genom kromosom Y 69 laki-laki dari tujuh populasi global, yaitu dari San Brushman, Afrika sampai populasi Yakult di Siberia.

Dengan asumsi tingkat migrasi, tim menyimpulkan semua laki-laki dalam sampel global memiliki nenek moyang laki-laki tunggal di Afrika sekitar 125.000-156.000 tahun silam.

Selain itu, mitokondria DNA laki-laki serta sampel serupa dari 24 perempuan, mengungkapkan semua perempuan di Bumi kembali pada mitokondria nenek moyang perempuan pertama, yang tinggal di Afrika antara 99.000-148.000 tahun silam. Jadi nenek moyang perempuan itu hidup pada periode waktu yang hampir sama dengan periode kromosom Y milik laki-laki.

Versi lain disampaikan Michael Hammer, ahli evolusi genetik Univeritas Arizona. Dalam studi terpisah, Hammer menemukan laki-laki memiliki nenek moyang yang sama antara 180.000-200.000 tahun silam.

Pada Maret lalu, tim Hammer menunjukkan beberapa laki-laki di Afrika memiliki kromosom Y yang unik dan berbeda. Jejak gen laki-laki merujuk pada laki-laki yang hidup lebih kuno yaitu 237.000-581.000 tahun silam.

Dalam literatur kitab suci agama, laki-laki pertama di bumi disebutkan Adam dan perempuan pertama disebut Hawa. (VivaNews)
0 komentar

Peneliti Temukan Terobosan untuk Tunda Kematian?

Meski terdengar menakutkan, kematian dipastikan akan menyambangi seluruh makhluk hidup di Bumi, tak terkecuali manusia. Tidak ada yang tahu kapan hari akhir itu akan datang.


Tapi, sebuah riset terbaru yang dilakukan oleh peneliti Institute of Health Aging di University College London, Inggris, melahirkan teori baru, yang sungguh mengagetkan. Riset itu menemukan bahwa sebenarnya proses kematian terjadi secara perlahan-lahan. Dan, yang lebih mengejutkan, proses kematian bisa ditunda.

Riset ini memang masih memakai cacing sebagai obyek uji coba. Para peneliti melihat indikasi datangnya kematian pada cacing melalui cahaya biru yang menjalar pada sel-sel di tubuhnya.


Cairan berwarna biru itu dikenal sebagai fluoresen, atau suatu zat yang telah menyerap sinar atau radiasi elektromagnet lain. Fluoresensi banyak digunakan dalam bidang mineralogi, gemologi, sensor kimia (spektroskopi fluoresensi), penandaan fluoresen, pewarnaan, dan detektor biologi.

Para peneliti mengamati proses kematian si cacing ternyata tidak terjadi di seluruh bagian tubuhnya secara serentak, tapi perlahan-lahan. Sebagai akibat dari suatu penyakit, sel-sel pada cacing mati satu per satu.

"Kami mengidentifikasi jalur kimia penghancuran tubuh cacing yang menyebabkan sel-selnya mati. Itu dapat kami lihat dari sinar fluoresen yang menyala di tubuh cacing," kata David Gems dari Institute of Health Aging di University College London.

"Gelombang kematian cacing dimulai dari usus yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Semakin cahaya biru itu menyebar ke seluruh tubuh cacing, maka cacing itu akan semakin mendekati kematiannya," ditambahkan Dr. Cassandra Coburn, peneliti utama riset ini, sebagaimana dilansir The Huffington Post, 26 Juli 2013.

"Ketika cahaya fluoresen itu memudar, maka itu menandakan cacing telah mati. Tapi, kami melihat memudarnya cahaya terjadi secara perlahan-lahan," jelas Gems.

Temuan ini memunculkan teori baru bahwa pemadaman cahaya fluoresen dapat diblokir terlebih dahulu untuk menunda kematian, dengan menyelamatkan sel-sel yang masih dalam keadaan baik.

"Ini membuktikan bahwa usia tua sebenarnya tidak mempengaruhi sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tapi, kematian sel adalah sebuah aktivitas paralel," ungkap Gems.

Saat ini, tim sedang fokus mempelajari peristiwa biologis yang terjadi pada proses penuaan makhluk hidup. "Kami sedang memikirkan cara untuk mengganggu proses kimia yang menyebabkan kematian, sehingga kematian bisa ditunda," kata Gems.


Nyawa baru

Coburn mengatakan riset mengenai kematian ini hanya berlaku untuk cacing--untuk sementara ini. Apakah hal ini juga berlaku pada manusia?

Coburn tidak menjamin. Tapi, setidaknya temuan ini menjadi terobosan baru untuk menemukan indikasi ilmiah pada proses kematian manusia. "Pada akhirnya, kita bisa menemukan strategi untuk memperlambat proses penuaan dan mencegah kematian itu sendiri," jelas Coburn.

Menurut David Gems, rekan peneliti Coburn, serangan stroke, jantung, dan matinya sel disebabkan oleh berhentinya aliran darah di dalam tubuh.

"Jika kita mengamati kematian cacing, mungkin saja suatu hari nanti kita bisa memblokir kematian manusia dengan memberi aliran darah baru," kata Gems. "Kemungkinan ini yang perlu dikembangkan."

Dari temuan riset ini, diharapkan muncul obat baru yang dapat menghambat lajunya gelombang kematian. "Tapi, untuk dapat mencegah proses kematian, jalannya masih sangat, sangat jauh," Coburn menegaskan.




Prediksi umur

Bicara tentang penuaan, serupa dengan penelitian di atas, riset lain yang dilakukan sekumpulan peneliti King College, Inggris, menemukan teknik baru dalam tes darah, yang bisa memprediksi seberapa cepat seseorang akan bertambah tua.

Hasil penelitian ini seakan membuka jalan bagi pengembangan pengobatan penyakit yang berhubungan dengan penuaan seseorang.

Dilansir Telegraph, tim peneliti berhasil mengidentifikasi penanda kimia yang dikenal sebagai metabolit di dalam darah manusia, yang berhubungan erat dengan penuaan.

Hasil penelitian menunjukkan salah satu dari 22 metabolit yang ditemukan di dalam darah manusia bisa menunjukkan kondisi penuaan manusia.

Peneliti pun meyakini dengan teknik baru dalam tes darah ini manusia bisa megindetifikasi masalah penuaan, atau bahkan kematian.

Menurut Ana Valdes, peneliti utama di King College, 22 metabolit yang terkait dengan penuaan terdeteksi ada di dalam darah. "Dengan begitu, di masa depan kita bisa memprediksi umur dan penuaan seseorang dari sampel darahnya," kata Valdes. "Metabolit ini sangat unik, berhubungan kuat dengan usia dan penyakit seseorang."

Dia menjelaskan, metabolit secara spesifik juga berkaitan dengan fungsi paru-paru, kepadatan mineral pada tulang, serta berat pada saat manusia lahir.  "Itu bisa digunakan untuk mengetahui usia seseorang," ujar Valdes. (VIvaNews)
0 komentar

Ilmuwan Berhasil Temukan Cairan Metal Seperti Robot Terminator

Sebuah terobosan terbaru dalam dunia teknologi dengan berhasil menciptakan berbagai struktur 3 dimensi dengan menggunakan cairan metal.

Dilansir VR-Zone (10/7), sekelompok tim ilmuwan dari North Carolina State University yang dipimpin oleh Dr Michael Dickey berhasil menemukan kombinasi dari zat gallium dan indium yang menghasilkan cairan yang bisa mempertahankan bentuknya.




"Sulit untuk membuat struktur dari cairan, karena cairan selalu ingin mengalir. Tapi kami telah menemukan bahwa paduan logam cair gallium dan indium bereaksi terhadap oksigen di udara pada suhu kamar untuk membentuk 'kulit' yang memungkinkan struktur logam cair untuk mempertahankan bentuk mereka." ujar Michael Dickey.


Tim ilmuwan tersebut juga menyatakan jika cairan ini dapat disusun ke atas dengan bentuk 3 dimensi tertentu tanpa menggabung menjadi satu gumpalan besar seperti sifat cairan seperti umumnya.



Namun para ilmuwan ini menyebutkan jika cairan temuan mereka ini dapat digunakan sebagai kabel cair ataupun alat penghubung elektronik di pesawat.

Akan tetapi jika melihat struktur cairan gabungan dari gallium dan indium, nampaknya para ilmuwan tersebut juga bisa membuat robot serupa terminator di kemudian hari dari cairan tersebut.  (Merdeka)
0 komentar

Ilmuwan Butuh Satu Juta Poundsterling untuk Cari Alien

Sekelompok ilmuwan Inggris memiliki misi baru untuk menemukan tanda-tanda kehidupan di luar bumi. Penyelidik dari 11 universitas dan badan ilmiah yang berbeda mulai mengatur misi pencarian sosok yang dalam film fiksi ilmiah digambarkan sebagai makhluk kecil berwarna hijau.

Ilmuwan Butuh Satu Juta Poundsterling untuk Cari Alien

Kelompok yang menamai diri mereka UK Search for Extraterrestrial Intelligence (Seti) Research Network mengadakan pertemuan formal pertamanya pada Jumat (5/7/2013) di University of St Andrews. Diskusi ini adalah yang pertama kali digelar oleh sekelompok ilmuwan Inggris untuk membahas pencarian alien sejak tahun 2010. Saat ini, mereka perlu menyusun bagaimana cara mereka untuk mendanai misi ini.


Selama ini, AS adalah negara yang menghabiskan lebih banyak waktu dan uang untuk mencari alien daripada negara lain. Namun, uang itu didapatkan dari dana pribadi, bukan uang hasil pembayaran pajak. Donatur yang terlibat dalam pendanaan US Seti Institute antara lain William Hewlett, David Packard, dan Gordon Moore.

Alan Penny, koordinator UK Seti Research Network, menyatakan jika kelompoknya akan meminta bagian dari anggaran ilmu pengetahuan Pemerintah Inggris. Sir Martin Rees dari English Royal Astronomer akan bertindak sebagai pelindung dan berharap mendapatkan dana 1 juta poundsterling dari dana tahunan tersebut.

"Jika kita mampu mendapatkan satu bagian di 200—setengah persen dari uang yang ada saat ini, kita akan mampu untuk membuat perbedaan luar biasa. Kita akan sebanding dengan usaha yang dilakukan Amerika," kata Penny seperti dikutip The Register.

"Saya tidak tahu apakah terdapat alien di luar sana, tetapi saya nekat untuk mencarinya. Sangat mungkin bila kita hidup sendiri di alam semesta. Coba pikirkan implikasinya, jika kita benar-benar sendirian, seluruh tujuan pada alam semesta ada dalam kita. Namun, bila kita tidak sendirian, hal itu merupakan jalan lain yang menarik," tambahnya.

Dalam pertemuan pertamanya itu, UK Seti Research Network mendiskusikan cara-cara untuk melakukan pencarian. Eamonn Ansbro, seorang astronom Irlandia, memberikan saran untuk mencermati lebih dekat lingkungan yang ada di sekitar Bumi untuk mencari alien. Anders Sandberg kemudian melakukan analisis dari teori permainan "skenario penyelidikan mematikan", di mana sebuah alien sosiopat mengirimkan robo-drone untuk menghancurkan sebuah peradaban di tempat yang mereka datangi.

Banyak dari peneliti Seti sebelumnya yang mengandalkan sinyal radio untuk menangkap suara dari peradaban yang berada sangat jauh dari bumi. Teleskop Lovell milik Jodrell Bank Center for Astrophysics sebelumnya telah digunakan dalam proyek Seti mencari alien secara komersial.

Meskipun lembaga donor yang tengah kekurangan uang Inggris belum pasti akan menyerahkan uang tunai untuk memburu alien, Tim O'Brien, pemimpin asosiasi Jodrell Bank, mengatakan bahwa ada langkah yang lebih murah dan mudah yang bisa dilakukan, yakni dengan membonceng proyek lain.

Sebagai contoh, Jodrell Bank sekarang bergabung dengan jaringan tujuh teleskop radio di seluruh Inggris dalam proyek e-Merlin. Proyek ini digunakan untuk penelitian fenomena ilmiah penting, seperti pembentukan bintang dan lubang hitam. Teleskop yang terhubung dengan Jodrell Bank melalui serat optik ini efektif untuk memungkinkan mereka bekerja secara simultan.

"Anda bisa mencari secara kebetulan. Jika teleskop sedang mempelajari kuasar, misalnya, kita mendukungnya dan menganalisis data untuk mencari berbagai jenis sinyal astrofisika tidak alami yang menarik perhatian astronom yang mungkin saja berhubungan dengan alien. Penelitian dengan cara ini akan membuat penelitian yang dilakukan Seti menjadi gratis," kata O'Brien.

"Ada miliaran planet di luar sana. Akan sangat disayangkan jika kita tidak membuka paling tidak setengah bagian dari telinga kita untuk sinyal yang mungkin saja dikirimkan untuk kita," tambahnya. (Dyah Arum Narwastu|Kompas)
0 komentar

Dua Orang Inggris Tampilkan Anatomi Manusia Dalam Bentuk Hologram 3D

Dua orang dosen di Inggris ini menemukan cara yang lebih menarik untuk mempelajari anatomi manusia. Tidak lagi menggunakan PowerPoints, papan tulis, dan alat lainnya yang membosankan.

Dua Orang Inggris Tampilkan Anatomi Manusia Dalam Bentuk Hologram 3D
Anatomi hologram 3D


Kapil Sugand dan Pendro Campos, doktor junior dari St. George's University of London, mempresentasikan gambar hologram yang nampak hidup di seminar tebarunya. Gambar hologram ini disebut HAMLET (Holography-Assisted Medical Lecturing and E-Tutoring).

Presentasi ini menampilkan manifestasi 3D dari ginjal, tengkorak, dan bagian lain dari anatomi manusia dalam bentuk hologram dengan ukuran yang sangat besar.


Tim HAMLET menguji coba cara kuliah baru ini pada mahasiswa kedokteran dan doktor junior dengan menciptakan animasi 3D dari sistem ginjal manusia. Setelah sebelumnya para mahasiswa mengikuti kuliah yang sama namun tanpa animasi. Kemudian mahasiswa tersebut diminta untuk memberikan umpan balik yang akan dinilai, apakah teknologi ini membantu untuk memahami topik pada perkuliahan.

"Rata-rata rentang perhatian adalah hingga 30 menit dalam satu jam kuliah", kata Sugand dalam sebuah pernyataan. "Kami menggunakan teori pendidikan dan membangun animasi dinamis untuk menyederhanakan konsep-konsep abstrak, dan merangsang serta memperpanjang rentang perhatian".

HAMLET dikembangkan melalui kerjasama dengan laboratorium MSK di Imperial College London, yang menyediakan dana untuk animasi, serta bantuan dengan metodologi penelitian. (Merdeka)
0 komentar

Tikus Raksasa Mampu Deteksi Ranjau dan Bakteri TBC

Kendati tampak menjijikkan, ilmuwan telah menemukan rahasia baru yang mampu mengubah pandangan Anda terhadap tikus. Ilmuwan di Tanzania melaporkan tikus mampu mendeteksi infeksi bakteri tuberkulosis (TBC), dilansir Aljazeera, Senin 3 Juni 2013.

Tikus Raksasa Mampu Deteksi Ranjau dan Bakteri TBC
Bart Weetjens bersama salah satu tikus yang sudah dilatihnya, Tanzania, Afrika. (APOPO)

Peneliti-peneliti dari APOPO (Anti Persoonsmijnen Ontmijnende Product Ontwikkeling atau Anti Personnel Land Mines Detection Product Development) melatih tikus-tikus raksasa di Afrika untuk mengembangkan kemampuan mendeteksi penyakit TBC yang mematikan.

Hasilnya mencengangkan. Tikus-tikus itu telah menyelamatkan ribuan nyawa manusia di Tanzania, Afrika Bagian Timur.

Tikus-tikus besar itu tidak bertugas untuk menyembuhkan penyakit, namun para ilmuwan melatihnya untuk memiliki kemampuan mengendus dan mendetaksi infeksi bakteri TBC.


Menurut Bart Weetjens, pendiri APOPO, tikus-tikus itu dilatih untuk mengevaluasi sampel air liur pada manusia hanya dalam waktu 10 menit.

"Sementara, seorang analis di laboratorium memerlukan waktu selama satu hari penuh untuk mendeteksi penyakit," kata Weetjens.

Weetjens menjelaskan, tikus-tikus itu dilatih untuk mengevaluasi air liur manusia dengan cara memakan kacang yang sudah dilumuri air liur.

Jika dalam waktu 10 menit tikus itu menggaruk-garuk kakinya, itu menandakan manusia telah terinfeksi TBC," ungkap Weetjens.

Sampai saat ini, TBC telah membunuh orang lebih banyak dibandingkan beberapa penyakit lainnya, termasuk infeksi HIV. Cara diagnosa penyakit terbaru ini cukup murah, akurat, dan mendapatkan hasil yang sangat cepat.

"Tikus-tikus bekerja sangat baik. Tikus tersebut telah membantu klinik-klinik lokal mempercepat pendeteksian seseorang mengidap TBC. Saat ini, jumlah orang-orang yang terinfeksi telah meningkat 30 persen," ujar dokter di klinik lokal di Tanzania.

Sebelumnya, APOPO juga telah melatih tikus-tikus besar asli Afrika untuk mendeteksi ranjau darat. Hewan-hewan menjijikkan itu dilatih untuk mendeteksi bau bahan peledak.

"Saya pikir, sudah saatnya tikus dianggap sebagai hewan pahlawan," ujar Bart Weetjens. (Viva)
0 komentar

Peta Benua Atlantis yang Hilang Telah Ditemukan

Peta Benua Atlantis yang Hilang Telah Ditemukan
Peta Heracleion ibukota Atlantis yang tenggelam 45 meter di bawah laut, peta ini dibuat oleh peneliti situs sejarah Atlantis.


 Sebuah patung yang ditemukan di dalam lumpur di bawah laut Mediterania. Diperkirakan peninggalan dari kebudayaan Atlantis yang hilang.

 Tiga penyelam memeriksa patung kuno Hapi, dewa sungai Nil, di situs kota Heracleion yang tenggelam di dasar laut Mediterania.

 Patung sphinx yang ditemukan di dasar laut teluk Aboukir berhasil diangkat ke permukaan. Situs ini ditemukan tahun 2001 dan sejak saat itu arkeologi berdatangan untuk menelitinya.

 Ahli arkeologi kelautan Frank Goddio menunjukan prasasti batu yang berhasil diangkat dari situs Heracleion.

Ahli arkeologi kelautan Frank Goddio menunjukan prasasti batu yang berhasil diangkat dari situs Heracleion.


Tempo
1 komentar

Ada Jejak Pendaratan Uni Soviet di Mars?

Tanggal 2 Desember 1971, wahana Uni Soviet mendarat pertama kalinya di Mars. Namun, misi berlangsung singkat. 14 detik setelah pendaratan, komunikasi radio terputus sehingga misi gagal.

Inikah jejak misi pendaratan Mars Uni Soviet tahun 1971
Inikah jejak misi pendaratan Mars Uni Soviet tahun 1971

Empat puluh satu tahun setelah misi bernama Mars 3 tersebut, wahana Mars Reconnaissance Orbitter (MRO) milik Badan penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menemukan jejak misi Mars 3. Semakin lama, bukti semakin bertambah.

Analisis terbaru dari citra yang diambil MRO dan citra terbaru yang diambil 10 Maret 2013 lalu kembali menunjukkan jejak pendaratan Mars 3. Citra mengindikasikan adanya modul pendarat dan 3 perangkat Mars 3, yaitu parasut, pelindung panas dan roket pendarat.


Mars 3 diketahui mendarat di Kawah Ptolemaeus, terletak di 45 derajat Lintang Selatan dan 202 derajat Bujur Timur Mars. Lokasi pendaratan pernah dipotret MRO tahun 2007. Namun, jejak yang diduga perangkat mars 3 ditemukan baru-baru ini oleh para pehobi antariksa.

Vitali Erogov, pendiri sebuah grup pehobi antariksa, adalah yang menemukan jejak terbaru misi Mars 3. Ia menganalisis citra MRO yang dihasilkan oleh kamera High Resolution Imaging Science Experiment (HiRISE).

Empat kandidat perangkat Mars 3 ditemukan. "Tiap kandidat punya ukuran dan bentuk sesuai ukuran perangkat sebenarnya. dan, mereka tersusun di permukaan menurut yang diperkirakan saat wahana masuk atmosfer Mars, menurun dan akhirnya mendarat," kata Erogov.

Hasil analisis Erogov dikirimkan pada pimpinan ilmuwan HiRISE. Alfred McEwen yang memimpin HiRISE seperti dikutip Discovery News mengungkapkan bahwa dirinya belum bisa memastikan apakah kandidat tersebut memang perangkat Mars 3.

"Baik fitur dan tata letak obyek itu di permukaan menunjukkan kecocokan (dengan Mars 3), namun penjelasan alternatif belum bisa idtegakkan," kata McEwen.  (Kompas)
0 komentar

Asal-usul Orang Nias Ditemukan

Penelitian genetika terbaru menemukan, masyarakat Nias, Sumatera Utara, berasal dari rumpun bangsa Austronesia. Nenek moyang orang Nias diperkirakan datang dari Taiwan melalui jalur Filipina 4.000-5.000 tahun lalu.


Mannis van Oven, mahasiswa doktoral dari Department of Forensic Molecular Biology, Erasmus MC-University Medical Center Rotterdam, memaparkan hasil temuannya di Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Jakarta, Senin (15/4/2013). Oven meneliti 440 contoh darah warga di 11 desa di Pulau Nias.

”Dari semua populasi yang kami teliti, kromosom-Y dan mitokondria-DNA orang Nias sangat mirip dengan masyarakat Taiwan dan Filipina,” katanya.


Kromosom-Y adalah pembawa sifat laki-laki. Manusia laki-laki mempunyai kromosom XY, sedangkan perempuan XX. Mitokondria-DNA (mtDNA) diwariskan dari kromosom ibu.

Penelitian ini juga menemukan, dalam genetika orang Nias saat ini tidak ada lagi jejak dari masyarakat Nias kuno yang sisa peninggalannya ditemukan di Goa Togi Ndrawa, Nias Tengah. Penelitian arkeologi terhadap alat-alat batu yang ditemukan menunjukkan, manusia yang menempati goa tersebut berasal dari masa 12.000 tahun lalu.

”Keragaman genetika masyarakat Nias sangat rendah dibandingkan dengan populasi masyarakat lain, khususnya dari kromosom-Y. Hal ini mengindikasikan pernah terjadinya bottleneck (kemacetan) populasi dalam sejarah masa lalu Nias,” katanya.

Studi ini juga menemukan, masyarakat Nias tidak memiliki kaitan genetik dengan masyarakat di Kepulauan Andaman-Nikobar di Samudra Hindia yang secara geografis bertetangga.

Jejak terputus
Menanggapi temuan itu, arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Sony Wibisono mengatakan, teori tentang asal-usul masyarakat Nusantara dari Taiwan sebenarnya sudah lama disampaikan, misalnya oleh Peter Bellwood (2000). Teori Bellwood didasarkan pada kesamaan bentuk gerabah.

”Masalahnya, apakah migrasi itu bersifat searah dari Taiwan ke Nusantara, termasuk ke Nias, atau sebaliknya juga terjadi?” katanya. Sony mempertanyakan bagaimana migrasi Austronesia dari Taiwan ke Nias itu terjadi.

Herawati Sudoyo, Deputi Direktur Lembaga Eijkman yang juga menjadi pembicara, mengatakan, migrasi Austronesia ke Nusantara masih menjadi teka-teki. ”Logikanya, dari Filipina mereka ke Kalimantan dan Sulawesi. Tetapi, sampai saat ini data genetika dari Kalimantan dan Sulawesi masih minim. Masih ada missing link,” katanya.

Di Kalimantan, menurut Hera, yang diteliti genetikanya baru etnis Banjar. Hasilnya menunjukkan, mereka masyarakat Melayu. Di Sulawesi yang diteliti baru Sulawesi Selatan. ”Masih banyak studi yang harus dilakukan,” katanya. (AIK | Kompas)
0 komentar

Ilmuwan Indonesia Perkenalkan Alat Pemindai Otak 4 Dimensi

Ilmuwan Indonesia, Warsito P Taruno, untuk pertama kali mempublikasikan hasil temuannya, yaitu alat pemindai aktivitas otak yang diberi nama 4D Brain Activity Scanner berbasis Electrical Capacitance Volume Tomography (tomografi kapasitansi listrik berbasis medan listrik statis).

Ilmuwan Indonesia Perkenalkan Alat Pemindai Otak 4 Dimensi
Warsito P Taruno
Temuannya ini telah dipatenkan di lembaga paten dunia WIPO/PTO tahun 2006 pada International Symposium on Biomedical Imaging yang diselenggarakan oleh IEEE di San Francisco, Amerika Serikat, pada 7-11 April 2013.

Untuk diketahui, IEEE merupakan organisasi ilmiah profesional internasional terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 425.000 anggota dari 160 negara. Ruang lingkup aktivitasnya mencakup pengembangan inovasi teknologi termaju di hampir seluruh bidang, membuat standarisasi teknologi, dan menggelar aktivitas profesional dan pendidikan.


"ECVT digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik-nya," kata Warsito P Taruno, dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews.

Ini teknologi pertama di dunia yang bisa melakukan pemindaian terhadap aktivitas otak manusia secara 4D dan real-time. Dalam aplikasinya, ini bisa dipakai untuk melakukan studi terhadap otak manusia (neuroscience) dan menangkap abnormalitas yang terjadi pada otak akibat gangguan seperti eplepsy, Alzheimer.

Dalam kesehariannya, pria kelahiran Solo 46 tahun yang lalu itu
menjabat direktur eksekutif CTECH Labs Edwar Technology, sebuah lembaga riset swasta yang fokus pada pengembangan teknologi di bidang pemindaian untuk industri dan kedokteran, serta teknologi kesehatan untuk terapi dan diagnostik penyakit kanker.

CTECH Labs berkantor di komplek Business Technology Incubation Center (BTIC) di kawasan bisnis baru Alam Sutera, Tangerang Selatan, yang dikelola oleh Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Terinspirasi oleh Silicon Valley, Palo Alto, lembaga ini ditujukan mempromosikan hasil riset untuk aplikasi di industri dan mendorong munculnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi tinggi di Tanah Air.  (Viva News)
0 komentar

4 Manusia liliput ini dilaporkan pernah ada di Indonesia

Kemarin warga Lampung digegerkan dengan kabar penampakan manusia kerdil atau manusia liliput di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Bahkan beberapa media setempat juga ramai memberitakan penampakan manusia liliput yang diyakini penunggu hutan itu.

4 Manusia liliput ini dilaporkan pernah ada di Indonesia

Menurut pemberitaan itu, tak hanya sekali petugas polisi hutan (polhut) yang bertugas di TNWK yang mengaku bertemu dengan sekelompok manusia liliput atau manusia kerdil itu. Dua kali petugas hutan itu melihat penampakan manusia liliput dalam rentang waktu yang berdekatan.

"Bukan cuma satu orang petugas saja. Tapi semua tim yang waktu itu bertugas melihat mereka. Mereka melihatnya dalam keadaan sadar. Kejadian pertama itu pada hari Minggu (17/3). Tapi manusia yang dipergoki itu tidak bertubuh kerdil semua," ujar Humas Balai TNWK Sukatmoko seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/4).


Berikut ini 4 daerah di Indonesia yang pernah dilaporkan ada liliput:

1. Liliput Ebu Gogo Flores, NTT

Bagi warga Pulau Flores, kisah tentang Ebu Gogo, sosok mirip manusia aneh yang memiliki tinggi kurang dari 1 meter tentu tidak asing lagi. Ebu Gogo, dapat kenali dengan cara berjalan yang kikuk. Daun telinga mereka menjulur, dan komunikasi antara mereka terbilang aneh karena mereka berkomunikasi seperti orang yang berbisik.

Dalam sebuah artikel di New Scientist (Vol. 186, No 2504) diceritakan, pada abad ke-18, warga desa menipu Ebu Gogo. Warga melepas manusia liliput itu, dan meminta mereka mengambil hadiah serabut kelapa di dalam gua. Ketika Ebu Gogo mengambil serat tersebut, warga desa melemparkan api ke dalam gua, dan membakarnya hidup-hidup.

Richard Roberts seorang profesor Universitas Wollongong Sydney, Australia salah satu tim menyelidiki Hobbit pernah mengatakan dalam sebuah penelitian tentang Ebu Gogo, yang mungkin pernah punah akibat letusan Gunung berapi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Tetapi mereka juga bisa saja betahan di bagian lain di pulau Flores.

Penduduk desa mengatakan bahwa Ebu Gogo terakhir terlihat sebelum desanya pindah lokasi, jauh dari gunung berapi, tidak lama sebelum penjajah Belanda menetap di Flores bagian tengah, di abad ke-19. Seperti dikutip dari telegraph.co.uk, Bert menemukan gumpalan kotoran dengan rambut hitam di dalamnya. Namun belum tahu apakah mereka manusia atau sesuatu yang lain.

Jatmiko, peneliti utama di Pusat Arkeologi Nasional (Arkenas), bersama sekitar 40 warga mengais-ngais Liang Gua Bua. Di antara mereka ada Matthew Tocheri, staf Smithsonian Institute National Museum of Natural History, Amerika Serikat. Sejauh ini temuan yang paling fenomenal –dari sisi kontroversi dan gaungnya– adalah Hobbit Flores yang ditemukan pada 2004.

Pada tahun itu Arkenas bekerja sama dengan University of New England dan Wollongong University, keduanya dari Australia. Smithsonian Institute baru masuk sebagai bagian dari kerja sama tersebut pada 2008. Menurut Jatmiko, kerangka pertama homo floresiensis relatif komplet. Tengkoraknya nyaris utuh. Tulang bahu, lengan, panggul, kaki, hingga jemarinya juga ada.


2. Liliput di Lampung

Seperti diberitakan baru-baru ini. Warga Lampung digegerkan dengan kabar penampakan manusia kerdil atau manusia liliput di hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Kabarnya petugas polisi hutan (polhut) yang bertugas di TNWK yang mengaku bertemu dua kali dengan sekelompok manusia liliput atau manusia kerdil itu.?

"Betul memang petugas polhut kita yang saat itu bertugas melihat ada 'manusia lain' seperti itu. Bukan cuma satu orang petugas saja. Tapi semua tim yang waktu itu bertugas melihat mereka. Mereka melihatnya dalam keadaan sadar. Kejadian pertama itu pada hari Minggu (17/3). Tapi manusia yang dipergoki itu tidak bertubuh kerdil semua," ujar Humas Balai TNWK Sukatmoko seperti dikutip dari Antara, Rabu (10/4).

Penampakan manusia aneh yang kedua kembali terjadi saat rombongan petugas polhut TNWK berpatroli di lokasi yang hampir sama pada pertemuan pertama, pada Rabu (20/3) lalu. "Teman-teman yang patroli kembali melihat. Tapi waktunya sangat singkat. Rombongan manusia aneh yang dipergoki itu bergegas lari menyelinap ke dalam hutan," ujar dia lagi.


3. Liliput di Gunung Kerinci, Provinsi Jambi

Legenda orang pendek sudah lama terdengar di muncul di pedalaman hutan Sumatera. Legenda ini mulai terdengar sejak awal abad 20. Pada tanggal 21 Agustus 1915, Edward Jacobson menemukan sekumpulan jejak misterius di tepi danau Bento, di tenggara gunung Kerinci, Propinsi Jambi. Pemandunya yang bernama Mat Getoep mengatakan bahwa jejak sepanjang 5 inci tersebut adalah milik Orang Pendek.

Pada Desember 1917, seorang manajer perkebunan bernama Oostingh berjumpa dengan Orang Pendek di sebuah hutan dekat Bukit Kaba. Ketika makhluk itu melihatnya, ia bangkit berdiri lalu dengan tenang berjalan beberapa meter dan kemudian naik ke pohon dan menghilang.

Nama-nama lain yang sering diasosiasikan dengan Orang Pendek antara lain : Atu Pendek, Ijaoe, Sedabo, Sedapa, Sindai, Uhang Pandak, Orang Letjo dan Orang Gugu. Makhluk ini memiliki tinggi hanya sekitar 70 cm, diselubungi oleh bulu gelap. Namun wajahnya relatif tidak diselimuti bulu. Kadang-kadang para saksi mendengar suara-suara aneh yang keluar dari mulutnya.


4. Liliput Suku Oni

Di kota Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan juga muncul legenda orang pendek atau liliput ini. Ciri-ciri mereka, memiliki tinggi badan rata-rata 70 cm, kulit mirip manusia, wajah keriput seperti orang tua, berbusana primitif dari kulit tenunan kayu.

Berbeda dengan Homo florensiensis, Suku Oni justru masih eksis di zaman modern. Mereka bukan tergolong manusia purba. Fisiknya menyerupai manusia normal, hanya saja berukuran tubuh seperti anak kecil. Hanya sepinggang manusia normal, bahkan lebih kecil.

Suku primitif ini tinggal bersembunyi di gua-gua di pegunungan Bone, Sulawesi Selatan. Konon, hidup mereka hanya bergantung pada buah-buahan yang ada di hutan sekitar pemukiman mereka. Lokasinya terpencil, seperti di Dusun Dekko Mappesangka Ponre, kurang lebih lima kilometer dari pemukiman warga.



Sumber : Merdeka
0 komentar

Peneliti berhasil temukan kampung halaman Nabi Ibrahim

Arkeolog kembali menemukan saksi sejarah dari zaman para nabi. Kali ini, mereka telah berhasil menggali situs yang diduga merupakan kampung halaman Nabi Ibrahim, nabi yang tercatat dalam sejarah dua agama berbeda, Islam dan Nasrani.



Seperti yang dilansir oleh USA Today, situs bersejarah ini diperkirakan berusia lebih dari 4000 tahun dan diperkirakan dulunya adalah pusat administratif dari Ur, kampung halaman Nabi Ibrahim. Diperkirakan di sinilah Nabi Ibrahim menghabiskan masa kecilnya hingga akhirnya memutuskan untuk pergi ke Kanaan seperti yang dituliskan dalam kitab suci.

Situs yang ditemukan di Irak ini sendiri memiliki berbagai konstruksi bangunan mirip Ziggurat. Ziggurat sendiri adalah kuil bangsa Sumeria sebelum mereka mengenal agama samawi.


Ukurannya sendiri diperkirakan sebesar lapangan bola dengan panjang 80 meter sepanjang sisinya. Komplek situs dengan luas seperti ini sendiri merupakan penemuan yang langka.

"Sepertinya ini merupakan sebuah bangunan publik. Bisa saja gedung administratif, bangunan keagamaan atau lumbung makanan bagi Ur," kata arkeolog Stuart Campbell dari Manchester University Archaeology Department.

Penemuan ini sendiri pertama kali dilakukan oleh enam ahli asal Inggris dengan 4 arkeolog asal Irak. Bersama-sama mereka menyisir daerah Tell Khaiber di selatan Provinsi Thi Qar, 320 km dari Baghdad.

Setelah sempat terhenti akibat invasi Amerika Serikat, akhirnya mereka berhasil menemukan situs bersejarah tempat lahirnya bapak para nabi ini. (Merdeka)
0 komentar

Ilmuwan Iran temukan mesin waktu

Ali Razeghi, 27 tahun, ilmuwan Iran asal Ibu Kota Teheran telah mendaftarkan temuannya berupa mesin waktu bernama Mesin Penjelajah Waktu Aryayek ke lembaga pencatat hak cipta Pusat Penemuan Strategis.

Ilmuwan Iran temukan mesin waktu

Surat kabar the Telegraph melaporkan, Rabu (10/4), dia mengklaim mesin waktu buatannya itu bisa dipakai orang untuk maju delapan tahun ke masa depan.

Alat temuannya itu, kata dia, bisa memberikan prediksi setelah pengguna menyentuh mesin itu.

Menurut Razeghi, alat temuannya itu bekerja berdasarkan hitungan algoritma rumit yang bisa memperkirakan kehidupan seorang individu dalam lima hingga delapan tahun ke depan dengan akurasi mencapai 98 persen.


"Temuan saya ini hanya berukuran komputer jinjing dan bisa memprediksi rincian kehidupan seseorang untuk lima hingga delapan tahun mendatang. Alat ini tidak akan membawa Anda ke masa depan tapi menghadirkan masa depan kepada Anda."

Razeghi mengatakan dengan alat ciptaannya ini pemerintah Iran bisa memperkirakan kemungkinan perang dengan negara lain, memprediksi naik turunnya mata uang asing, dan harga minyak dunia.

Dia juga menuturkan temuannya itu banyak mendapat kritikan dari teman dan kerabat lantaran seperti bertindak layaknya Tuhan.

"Alat ciptaan saya ini tidak melanggar norma dan nilai-nilai keagamaan kita sama sekali. Alasan saya tidak membuat purwarupa saat ini adalah karena khawatir ide ini dicuri oleh China dan mereka bisa memproduksinya secara massal dalam waktu singkat." (Merdeka)
0 komentar

Ternyata Stonehenge Dibangun oleh Ribuan Orang

Temuan terbaru tentang Stonehenge adalah hasil riset puluhan tahun. Ribuan orang dari seluruh Inggris ikut membangun Stonehenge, kata para pakar yang menyelidiki asal muasal monumen itu. Mereka mengatakan sebagian orang-orang itu bahkan datang dari Dataran Tinggi Skotlandia.

Ternyata Stonehenge Dibangun oleh Ribuan Orang


Para peneliti dari University College London mengatakan temuan mereka mementahkan teori awal mengenai asal usul monumen itu. Sebelumnya para ilmuan menduga Stonehenge dibangun sebagai kalender astronomi atau observatori.

Temuan terbaru ini, yang datang setelah riset puluhan tahun, mengindikasikan bahwa pembangunan monumen itu dan bukan tujuannya adalah kunci.


Para peneliti yakin sebanyak 4.000 orang berkumpul di situs tersebut, pada saat populasi Inggris hanya sekitar puluhan ribu orang saja.

Analisis dari gigi hewan yang ditemukan di lokasi dekat Stonehenge mengisyaratkan bahwa orang bepergian dengan jarak sangat jauh untuk membantu pembangunannya.

Profesor Mike Parker Pearson, dari University College London mengatakan sebuah situs di dekat Durrington Walls memiliki 1.000 rumah, "permukiman Neolitik terbesar di Eropa utara."

Prof Parker mengatakan, "Apa yang telah kami temukan adalah pembangunannya adalah hal yang penting. Mereka tidak datang untuk memujanya, mereka datang untuk membangunnya."

Para akademisi mengatakan Stonehenge dibangun sekitar 200 tahun lebih awal dari ide sebelumnya yaitu 4.500 yang lalu. 



Sumber : Detik
0 komentar

Ilmuwan Temukan Obat Hidup Hingga 150 Tahun

Seorang ilmuwan terkenal Australia, Prof David Sinclair, mengatakan, dia sudah berhasil membuat jenis obat baru yang bisa mencegah kanker dan penyakit Alzheimer. Selain itu, menurut Prof Sinclair, obat ini bisa juga membantu manusia untuk hidup sehat sampai usia 150 tahun, tetapi hal ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Ilmuwan Temukan Obat Hidup Hingga 150 Tahun

Dalam kertas kerja yang dimuat di Jurnal Science 8 maret lalu, Prof Sinclair menjelaskan bagaimana mekanisme obat yang bisa membantu tubuh melawan proses penuaaan, demikian laporan situs news.com.au.

Menurut ahli genetik dari Universitas New South Wales tersebut, tiga obat itu sekarang sedang diujicobakan pada manusia, untuk mengobat penyakit seperti diabetes tipe 2 dan penyakit radang usus.


Menurut Prof Sinclair, yang paling memberikan harapan adalah bahwa obat-obat yang dikembangkan ini bisa mengobati dan mencegah penyakit dalam waktu bersamaan. "Riset saya dikritik karena terlihat sebagai hal yang tidak mungkin terjadi. Namun, kertas kerja saya membuktikan itu bisa dilakukan." kata Prof Sinclair dalam wawancara lewat telepon dari Harvard (AS), tempat dia sekarang bekerja.

Menurut laporan koresponden Kompas di Australia L Sastra Wijaya, obat yang dikembangkan Prof Sinclair akan mengaktifkan enzim SIRT1, yang biasanya akan berfungsi karena diet atau latihan fisik, tetapi juga bisa diperkuat lewat activator seperti resveratrol yang terdapat dalam anggur merah.

Dia dan para ilmuwan lain sudah mengembangkan 400 activators sintetis. Setiap activator ini memiliki kadar 100 kali lebih kuat dari segelas anggur merah. Tiga activators terbaik ini sekarang diujicobakan pada manusia.

"Obat yang kami kembangkan memiliki khasiat sama seperti orang yang melakukan diet sehat dan banyak berolahraga, tetapi tidak memiliki dampak terhadap berat badan." kata Prof Sinclair.

Diperkirakan, obat ini akan bisa dipasarkan untuk mengobati diabetes dalam lima tahun mendatang. Setelah digunakan banyak orang, baru mereka bisa menilai manfaat lainnya dari obat-obatan tersebut. "Kita akan bisa melihat data dari 10.000 orang, dan melihat apakah mereka lebih sehat dan hidup lebih lama dibandingkan yang lain." kata Prof Sinclair.

Dalam uji terhadap binatang, tikus kegemukan yang diberi resveratrol sintetis bisa berlari dua kali lebih jauh dari tikus biasa, dan hidup 15 persen lebih lama. "Perkiraan saya adalah kita akan bisa menunda dimulainya seseorang terkena penyakit, sehingga mereka tidak akan menderita penyakit kronis di usia 50-60 tahunan," tambah Prof Sinclair. Dengan itu, diperkirakan kita semua akan tetap sehat sampai usia di atas 100 tahun. 


Sumber : Kompas
0 komentar

Bahasa Asli Australia Kembali Ditemukan

Bahasa Aborigin yang tersingkir selama masa kolonialisasi di Australia kembali ditemukan atas kerja keras para peneliti dan misionaris Jerman pada abad 19. Bahasa Kaurna satu dari bahasa asli yang digunakan penduduk di Adelaide, tetapi mulai menghilang dalam penggunaan sehari-hari di Australia Selatan pada masa awal 1860-an.

Bahasa yang digunakan suku Aborigin di Australia banyak yang punah.
Bahasa yang digunakan suku Aborigin di Australia banyak yang punah.

Ivaritji, seorang tetua yang diperkirakan merupakan penutur terakhir bahasa Kaurna, meninggal pada akhir 1920-an. Lebih dari 80 tahun kemudian, bunyi yang unik itu dihidupkan kembali.

"Ini mengenai identitas diri dan sekaligus identitas budaya," ujar Vincent "Jack"' Buckskin, yang membuka kelas sore kursus bahasa bagi suku Aborigin dan murid lainnya. "Pertamanya sedikit sulit untuk mempelajarinya dan sangat berbeda dengan bahasa Inggris, yang digunakan oleh kita," kata dia.


"Untuk mengatakan halo kepada seseorang, Anda mengucapkan 'niinamarni'. Yang juga berarti "Apakah kabar Anda baik". Untuk bertanya apakah seseorang mengalami hari yang baik, Anda mengucapkan 'niinamarnitidli'.

"Bahasa kami dilarang pada 1800-an dan larangan itu tak berlaku sekitar 1980-an ketika seorang ahli bahasa mulai mengerjakan penelitian PhD-nya terhadap revitalisasi bahasa dan kembali mengajarkan bahasa tersebut," ujar Buckskin.

Untuk mengembalikan bahasa asli itu, para peneliti membuka catatan yang dibuat oleh kelompok religius dan pejabat kolonial.

Bahasa subversi

Selama 18 bulan sejak kedatangan mereka di Australia Selatan pada 1838, para misionaris asal Jerman, Christian Teichelmann dan Clamor Schurmann, membuat kumpulan perbendaharaan kata definitif sekitar 2.000 kata, sekitar 200 kalimat terjemahan dan tata bahasa yang penting.

Sepuluh perintah Tuhan, sebagian himne Jerman dan doa yang diucapkan di sekolah juga diterjemahkan.

Pasangan misionaris Jerman itu juga membuka sekolah yang menggunakan bahasa Kaurna sebagai pengantar selama enam tahun sebelum ditutup oleh otoritas yang hanya mengizinkan penggunaan bahasa Inggris.

"Kolonialisasi menuduh penggunaan bahasa ini subversi," kata Dr Bill Fogarty dari National Centre for Indigenous Studies di Australian National University. "Pada masa kolonialisasi, terdapat 250-300 bahasa asli di Australia. Sekitar separuh bahasa itu kini punah."

Diperkirakan sekitar 150 bahasa masih digunakan. Dr Fogarty mengatakan hanya sekitar 6 persen yang sangat kuat dan mereka masih digunakan sebagai bahasa ibu, sementara yang lainnya terancam punah. Masih ada sejumlah tempat aktivitas bahasa di wilayah utara Australia dan wilayah Alice Springs.

Bahasa Kaurna kembali dari kepunahan, atau seperti dikatakan oleh penutur asli,"Purrunarninthi,"—yang artinya "kembali hidup".


Sumber : Kompas
0 komentar

Planet Mirip Bumi Akan Ditemukan Tahun Depan

Planet pertama yang benar-benar mirip Bumi dipastikan akan ditemukan pada 2013. Temuan ini akan menjadi salah satu puncak perjalanan umat manusia yang tak pernah putus mencari planet altenatif tempat tinggal di alam semesta ini. Demikian ungkap Abel Mendez, astronom Planetary Habitability Laboratory, Universitas Puerto Rico di Arecibo. Keyakinannya ini tidak saja hanya didasarkan pada ukuran dan gambaran suhu permukaan planet serta teknik penelitian, tapi sudah jauh lebih detail dari itu.

Planet Mirip Bumi Akan Ditemukan Tahun Depan

“Saya sudah sangat yakin tentang penemuan ini, dan temuan ini akan diumumkan tahun depan,” ujar Mendez kepada space.com, Kamis, 27 Desember 2012. Bersama tim astronom Kepler Space Telescope yang sejak 2009 telah memetakan 2.300 kandidat planet mirip Bumi atau biasa disebut Alien Earth, ia rupanya telah menyaringnya hingga sekitar 100 planet. Mirip Bumi, planet-planet ini memiliki sistem tata surya sendiri, yang dalam ilmu keastronomian biasa disebut exoplanet.


Mendez dan tim Kepler menganggap perlu memberikan penegasan berkali-kali karena sebelum ini sudah ada sekian tim astronom lain yang melakukan upaya serupa. Pada 2007 misalnya sebuah tim mengumumkan Gliese 581d sebagai exoplanet yang mirip Bumi. Namun, seiring perjalanan waktu, planet yang diyakini memiliki air ini dinilai masih jauh dari mirip karena ukurannya yang terlampau besar (tujuh kali ukuran Bumi).

Belakangan, sifat kemiripan tersebut sudah dipertajam bahkan hingga masalah orbit dan besarnya limpahan cahaya Matahari yang diterima. Harus benar-benar mendekati apa yang dimiliki Bumi. Demikian pula soal jarak dari pusat tata surya. Tidak boleh terlalu jauh dan terlalu dekat. Ini penting, untuk menjamin keberadaan air yang dimilikinya. Terlalu dekat air yang akan menjadi unsur terpenting untuk menopang kehidupan akan mudah menguap. Sementara jika terlalu jauh, akan gampang membeku. Jadi memang harus mendekati betul, dan planet mana itu tunggu saja jawabannya tahun depan.



Sumber : Angkasa

0 komentar
 
Support : Creating Website | T. Raflie Robi Sonata |
Copyright © 2013. Info Kita Saja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Obyz Pharmacist
Proudly powered by Blogger