••••Selamat Datang di Info Kita Saja Blog••••
Terbaru Hari Ini
print this page
Postingan Baru

Peneliti Eropa Akhirnya Temukan Partikel Tuhan

Ilustrasi Partikel Tuhan

Seorang ilmuwan menemukan partikel sub atom baru, yang menjadi dasar dari pembuatan alam semesta.

Seperti dilaporkan Reuters, Rabu (4/7/2012), setelah 40 tahun, imuwan European Organization for Nuclear Research (CERN), berhasil menemukan temuan yang disebut 'Partikel Tuhan'.

Temuan ini merupakan hal yang penting dalam meneniliti alam semesta. Dalam 'Partikel Tuhan', atom juga memiliki massa jenis.


Temuan ini memberikan pemahaman baru tentang atom, yang juga akan memberikan standar baru di dunia fisika, untuk menuntun pembentukan teknologi baru berdasarkan partikel ini.

"Hasil ini menandai terobosan signifikan dalam pemahaman kita tentang hukum-hukum dasar yang mengatur alam semesta," ujar John Womersley, Kepala Badan Penelitian Publik Inggris.

Temuan 'Partikel Tuhan' berdasarkan teori tentang alam semesta, yang diungkapkan ahli Fisika asal Inggris Peter Higgs, pada 1960.

Teori Higgs menjelaskan bagaimana partikel membentuk kelompok bersama untuk membentuk bintang, planet, dan kehidupan.

Meski senang dengan penemuan ini, peneliti tetap belum merasa puas, karena masih banyak rahasia alam lain yang belum terungkap.

"Kami masih banyak tidak tahu tentang partikel. Ini hanya awal dari sebuah perjalanan. Kami telah menutup satu bab dan membuka yang lain," tutur Peter Knight dari Institut Fisika Inggris.

Sebelumnya, CERN meneliti bagaimana alam semesta terbentuk, menggunakan mesin Large Hadron Collider (LHC), akselerator raksasa untuk membuat lubang hitam kecil dan jenis baru partikel.

Tujuan utama eksperimen untuk mengetahui bagaimana alam semesta terbentuk, setelah 'Big Bang' terjadi pada 13,7 miliar tahun lampau.


Sumber : Tribun
0 komentar

Begini Cara Dewi Perssik Hilangkan Selulit di Bokong

Selain untuk wajah, Dewi Persik mengaku melakukan perawatan thermage untuk menghilangkan selulit di bokongnya.

Pemain film dan penyanyi bertubuh sexy, Dewi Murya Agung atau yang akrab disapa Dewi Perssik melakukan perawatan thermage wajah di Senopati Skin Center, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2012). Perawatan wajah kali ini merupakan perawatan yang keempat kalinya Dewi lakukan agar kulit wajahnya terlihat kencang.
 
"Makanya kalau lihat bokong saya itu mulus. Perempuannya yang lihat yah, laki-lakinya nggak boleh," kata DP di Senopati Skin Center (SSC), Jl Senopati no 44 A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (5/7/2012).


Selain di bokong, tangannya juga dithermage. Alasannya tangannya itu mengandung banyak lemak. " "Tubuh sendiri karena saya suka renang saya suka thermage di daerah tangan supaya kencang supaya balance antara atas dan bawah," kata DP sambil tersenyum.

Menurut DP metode perawatan thermage ini memang untuk selulit yang tampak. " Perempuan itu dari gemuk ke kurus itu ada selulit. Selulit itu akan hilang dengan thermage," ujarnya.

Selain itu thermage juga cocok untuk melangsing perut wanita sehabis melahirkan. " Juga melahirkan perut kita itu tupect bukan suspect bisa menggunakan thermage. Juga bisa kombinasi dengan lipposuction. Lipposuction itukan pengurangan lemak di tubuh kita, kemudian kita menggunakan thermage tapi akan kembali kencang," ujarnya.


Sumber : Tribun
0 komentar

Letusan Supervolcano Toba Musnahkan Sebagian Besar Manusia Purba

Supervolcano Toba telah meletus eksplosif beberapa kali selama 1,2 juta tahun terakhir. Sejauh yang terbesar dan paling merusak ini terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu. Setidaknya 2.800 kilometer kubik material vulkanik dikeluarkan selama letusan super, jauh lebih dahsyat dari letusan gunung Krakatau dan Pinatubo.


Letusan Gunung Toba yang melontarkan jutaan metrik ton debu volkanik, sulfur, dan partikel-partikel lain ke atmosfir pada 74 ribu tahun yang lalu disebut-sebut menyebabkan penggelapan langit, penurunan suhu global hingga 10 derajat Celcius selama hampir satu dekade dan membinasakan sebagian besar umat manusia.



Perbandingan Letusan Gunung Toba dan Gunung Lainnya

Ternyata, dari penelitian terbaru, efek cuaca yang disebabkan letusan Toba lebih ringan dan reda relatif lebih cepat dibanding perkiraan yang dibuat oleh pada arkeolog dan klimatolog sebelumnya. Manusia yang mengalami bencana letusan Toba itu diperkirakan berhasil melewatinya dengan selamat.


Penurunan Suhu Glabal Akibat Abu Vulkanik

Meski dari sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa letusan Toba yang kini meninggalkan danau volkanik terbesar di dunia itu menggelapkan dan membekukan dunia, menggunakan data letusan gunung Pinatubo, Filipina tahun 1991, Stephen Self, volkanologis dari Open University, Milton Keynes, Inggris dan Michael Rampino, paleobiologis dari New York University, menyatakan bahwa efek pendinginan suhu akibat letusan Toba hanya mencapai 3 sampai 5 derajat saja.

Letusan gunung berapi Pinatubo di Filipina ini termasuk letusan terbesar di abad 20 dengan skala 6 VEI.

Berdasarkan data yang didapat dari situs arkeologi di India, tim antropolog University of Oxford, Inggris, yang dipimpin oleh Michael Petraglia menyebutkan bahwa manusia yang tinggal tidak jauh dari zona letusan justru malah berhasil melewati bencana tersebut dengan mudah.

Untuk mencari titik terang, tim peneliti yang dipimpin oleh Claudia Timmreck, dari Max-Planck Institute for Meteorology di Hamburg, Jerman membuat pemodelan yang mampu menggambarkan lebih realistis (meski metode ini juga memiliki beberapa kekurangan) apa yang terjadi saat Toba meletus.

 
Peneliti fokus ke bagaimana partikel sulfate aerosol yang terbentuk di stratosfir akibat letusan sulfur dioksida yang mengandung gas mendinginkan atmosfir dengan cara memantulkan sinar matahari. Dari data yang didapat, dan disesuaikan dengan asumsi yang sudah dibuat sebelumnya, diketahui bahwa Toba mengirimkan sekitar 850 juta metrik ton sulfur ke atmosfir. Angka ini 100 kali lebih banyak dibanding setoran gunung Pinatubo ke atmosfir. Dari simulasi juga diketahui bahwa dampak Toba memang hanya menurunkan suhu sebanyak 3 sampai 5 derajat Celcius di seluruh dunia. Akan tetapi, konsentrasi sulfur tidaklah padat dan segera hilang dari stratosfir selama 2 sampai 3 tahun saja. Perubahan temperatur secara ekstrim yang terjadi di Afrika dan India hanya berlangsung selama 1 sampai 2 tahun. Di kawasan ini, di tahun pertama suhu turun 10 derajat dan 5 derajat di tahun kedua.


Penggalian Timbunan Abu Vulkanik Toba di India Sedalam 6 Meter

Menurut Timmreck, seperti dikutip dari ScienceMag, 25 November 2010, Toba juga tidak memusnahkan flora dan fauna. Namun Timmreck mengakui, kehidupan di masa-masa tersebut memang sulit.

Michael Petraglia berpendapat, Toba memang bukanlah penyebab utama anjloknya jumlah populasi manusia di era tersebut. Akan tetapi Toba membuat situasi menjadi makin parah. Langkah selanjutnya, kata Petraglia, peneliti masih harus melanjutkan hasil temuan simulasi tersebut dengan observasi langsung di kawasan sekitar Toba untuk mengetahui secara lebih akurat dampak lingkungan yang terjadi. 


Sumber : VivaNews
0 komentar

Sensasi Makan Dilayani Para Ninja

Restoran Jepang di Tribeca, New York, menjadikan ninja sebagai pelayan dilestorannya. Pelayanan unik mengundang decak kagum pengunjungnya. Menu-menu masakan Jepang yang disajikan dalam restoran ini berpadu dengan pelayanan ekstra oleh ninja-ninja terampil. 
 
 
Pengunjung dibuat takjub dengan atraksi pelayan restoran yang bergaya ala ninja itu. Bukan hanya dari segi kostum, pelayan juga menghidangkan makanan dengan trik kobaran api. Pengunjung dibuat kaget ketika tiba-tiba ninja tergantung di langi-langit mengeluarkan pedang sambil memberikan makanan yang dipesan.
Tak hanya di situ, jika memesan sup, ninja ini akan langsung memasak di atas meja pengunjung. Mereka akan mencincang daun bawang dengan terampil, dan memasak dengan suhu 800 Celsius langsung di meja.
 
 
Juru kamera yang memotret aksi tersebut, Jay, mengatakan restoran ini telah membuat gebrakan di bidang kuliner New York. "Jika Anda masuk ke lift yang gelap, anda akan disambut dua orang dengan pakaian ninja disamping anda. Mereka akan menyapa ‘Hallo’, tapi pasti anda akan berkeriak karena kaget,” ujar dia seperti dikutip Daily Mail. 

Jay benar-benar memunji keunikan restoran ini. "Ketika saya mengambil foto, ada seorang wanita yang benar-benar terkejut ketika seorang ninja menggantung dari langit-langit tiba-tiba menunjukkan pedangnya, itu sangat lucu," ungkap Jay.


Sumber : Autoblogsaya
0 komentar

Wanita Ini Dilarang Tertidur, Karena Tidur Dapat Membunuhnya

Emma Chell menderita congenital central hypoventilation syndrome (CCHS)
Saat mengantuk, naik kereta atau menonton film yang membosankan bisa saja membuat orang tertidur tanpa sengaja. Tapi hal ini tidak boleh terjadi pada Emma Chell, karena ketiduran bisa membunuhnya.

Emma adalah satu satu dari 200 orang di dunia yang menderita congenital central hypoventilation syndrome (CCHS). Sindrom langka ini membuat Emma berhenti bernapas setiap kali tertidur, yang berarti tertidur bisa kapan saja membunuhnya.

Congenital central hypoventilation syndrome (CCHS) atau Ondine's curse membuat penderitanya 'lupa' bernapas setiap kali tertidur karena kesalahan dalam refleks saraf yang mengontrol pernapasan.

CCHS bisa merupakan penyakit bawaan sejak lahir atau dikembangkan karena trauma tulang belakang parah, seperti kerusakan pada batang otak, stroke atau komplikasi bedah saraf. Orang dengan CCHS umumnya memerlukan trakeostomi dan ventilasi mekanik untuk bertahan hidup.

Hidup dengan kondisi CCHS membuat Emma tidak boleh tertidur di meja, menginap di rumah teman atau tertidur di kendaraan. Satu-satunya cara untuk membuatnya tetap hidup adalah dengan menggunakan masker ventilator khusus yang bisa membantunya untuk bernapas saat tidur.

"Ini menjadi suatu kesadaran sekarang karena saya memiliki kondisi ini seumur hidup. Saya tidak pernah bisa tertidur secara tidak sengaja karena itu bisa membunuh saya. Jika mengantuk di siang hari, saya akan berjalan-jalan dan mencoba menyegarkan diri," jelas Emma Chell (24 tahun), seperti dilansir Dailymail, Jumat (30/9/2011).

Emma mengatakan tidur malam yang baik benar-benar penting baginya dan ia tidak boleh minum alkohol tanpa didampingi ayah dan ibunya, karena mereka takut Emma mabuk dan pingsan.

Emma menghabiskan dua tahun pertama hidupnya di rumah sakit sementara dokter mencoba mencari tahu mengapa ia tiba-tiba berhenti bernapas.

Hanya 1 dari 200.000 anak lahir dengan kondisi CCHS, tetapi hanya sekitar 200 orang di dunia saat ini yang hidup kondisi langka ini memiliki tingkat kematian yang sangat tinggi. Emma adalah salah satu dari 30 penderita CCHS yang ada di Inggris.

"Kehamilan saya sepenuhnya normal sampai saat ia dilahirkan. Dia segera menjadi biru dan dibawa ke unit neo-natal. Pada awalnya, para dokter hanya ingin memantau, tetapi mereka menemukan bahwa setiap kali ia tidur, ia akan berhenti bernapas, kadar oksigennya akan turun dan mereka harus membangunkannya lagi," kenang Carole (51 tahun), ibunda Emma yang tinggal di Cheadle, Staffordshire.

Menurut Carole, tidak ada dokter atau perawat yang pernah melihat kondisi seperti itu sebelumnya. Akhirnya, Prof Peter Fleming, profesor pediatri di Bristol Children's Hospital mendiagnosis Emma dengan salah satu kasus pertama Inggris dari CCHS.

Emma menjalani operasi trakeostomi untuk memasukkan pipa napas ke lehernya, tetapi dokter masih terlalu takut untuk membiarkan dia pulang bersama orangtuanya. Emma harus menunggu hingga berumur 2 tahun hingga dokter memperbolehkannya pulang ke rumah.

Akhirnya, Carole dan suaminya David (56 tahun) dilatih untuk menggunakan mesin ventilasi dan monitor oksigen yang memungkinkan Emma tidur.

Dengan kondisi yang begitu langka, para dokter tidak tahu apa yang akan terjadi atau apakah harapan hidup masih ada. Emma harus menggunakan ventilasi hampir 24 jam sehari sehingga tidak ada cara untuk tak membiarkannya pulang.
Sumber :  Autoblogsaya
0 komentar

Misteri Letusan Supervolcano Gunung Toba

Gunung Toba adalah gunung api raksasa (super volcano) yaitu gunung aktif dalam kategori sangat besar, diperkirakan meletus terakhir sekitar 74.000 tahun lalu.
Letusan Gunung Tambora jika dibandingkan dengan letusan maha dahsyat Gunung Toba ini, maka Gunung Tambora tidaklah ada apa-apanya. Apalagi jika dibandingkan dengan letusan Gunung Kratakau yang kalah jauh dengan Gunung Tambora.

Perbandingan letusan gunung Tambora dengan gunung Toba supervolcano


Perbandingan letusan gunung Tambora dengan gunung Toba supervolcano
Jadi, misalkan letusan gunung St. Helen di Washington USA yang meletus tahun 1980 mempunyai angka letusan pada skala 1, maka gunung Krakatau yang meletus tahun 1883 berskala 18, atau 18 kali lebih besar (1:18).


Letusan gunung St. Helen , 8 Mei 1980


Sedangkan jika dibandingkan dengan skala gunung Tambora, letusan gunung St. Helen sangat jauh karena gunung Tambora yang meletus tahun 1815 berskala 80, atau 80 kali lebih besar dari letusan gunung St. Helen (1:80).

Apalagi jika letusan gunung St. Helen dibandingkan dengan letusan gunung Toba yang terakhir, sekitar 74-75 ribu tahun lalu tersebut sangatlah drastis besaran skalanya yaitu 2800, atau 2800 kali lebih besar dari letusan gunung St. Helen! Alias satu banding 2800 (1:2800)
Letusan Gunung Tambora adalah letusan gunung terdahsyat yang pernah diketahui oleh peradaban manusia (baca artikel: Misteri dan Kronologi Meletusnya Tambora, Tiga Kerajaan Lenyap Seketika).

Dan letusan Gunung Krakatau adalah letusan gunung terdahsyat yang pernah tercatat di era zaman modern. Sedangkan letusan Gunung Toba sama sekali tak tercatat di dalam buku, namun terlihat bukti-bukti ilmiahnya dimasa kini.

Bukti ilmiah

Pada tahun 1939, geolog Belanda Van Bemmelen melaporkan, Danau Toba, yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer, dikelilingi oleh batu apung peninggalan dari letusan gunung.
Karena itu, Van Bemmelen menyimpulkan, Toba adalah sebuah gunung berapi. Belakangan, beberapa peneliti lain menemukan debu riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.

Letusan supervolcano Yellowstone yang terkenal dahsyat masih kalah dengan letusan supervolcano Toba



Beberapa ahli kelautan pun melaporkan telah menemukan jejak-jejak batuan Toba di Samudra Hindia dan Teluk Benggala. Para peneliti awal, Van Bemmelen juga Aldiss dan Ghazali (1984) telah menduga Toba tercipta lewat sebuah letusan mahadahsyat.
Namun peneliti lain, Vestappen (1961), Yokoyama dan Hehanusa (1981), serta Nishimura (1984), menduga kaldera itu tercipta lewat beberapa kali letusan.

Peneliti lebih baru, Knight dan sejawatnya (1986) serta Chesner dan Rose (1991), memberikan perkiraan lebih detail: kaldera Toba tercipta lewat tiga letusan raksasa.
Penelitian seputar Toba belum berakhir hingga kini. Jadi, masih banyak misteri di balik raksasa yang sedang tidur itu. Salah satu peneliti Toba angkatan terbaru itu adalah Fauzi dari Indonesia, seismolog pada Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika.
Sarjana fisika dari Universitas Indonesia lulusan 1985 ini berhasil meraih gelar doktor dari Renssealer Polytechnic Institute, New York, pada 1998, untuk penelitiannya mengenai Toba.

Perbandingan jarak lontaran batu vulkanik antara letusan gunung Krakatau, Tambora dan Toba


Berada di tiga lempeng tektonik

Letak Gunung Toba (kini: Danau Toba), di Indonesia memang rawan bencana. Hal ini terkait dengan posisi Indonesia yang terletak di pertemuan tiga lempeng tektonik, yakni Eurasia, Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. Sebanyak 80% dari wilayah Indonesia, terletak di lempeng Eurasia, yang meliputi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Banda.
Lempeng benua ini hidup, setiap tahunnya mereka bergeser atau menumbuk lempeng lainnya dengan jarak tertentu. Lempeng Eurasia yang merupakan lempeng benua selalu jadi sasaran.

Lempeng Indo-Australia menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun


Lempeng Indo-Australia misalnya menumbuk lempeng Eurasia sejauh 5-7 cm per tahun. Atau Lempeng Pasifik yang bergeser secara relatif terhadap lempeng Eurasia sejauh 11 cm per tahun. Dari pergeseran itu, muncullah rangkaian gunung, termasuk gunung berapi Toba.
Jika ada tumbukan, lempeng lautan yang mengandung lapisan sedimen menyusup di bawahnya lempeng benua. Proses ini lantas dinamakan subduksi atau penyusupan.
Gunung hasil subduksi, salah satunya Gunung Toba. Meski sekarang tak lagi berbentuk gunung, sisa-sisa kedasahyatan letusannya masih tampak hingga saat ini.

Danau Toba merupakan kaldera yang terbentuk akibat meletusnya Gunung Toba sekitar tiga kali yang pertama 840 ribu tahun lalu dan yang terakhir 74.000 tahun lalu.
Bagian yang terlempar akibat letusan itu mencapai luas 100 km x 30 km persegi. Daerah yang tersisa kemudian membentuk kaldera. Di tengahnya kemudian muncul Pulau Samosir.

Letusan

Sebelumnya Gunung Toba pernah meletus tiga kali.
  • Letusan pertama terjadi sekitar 800 ribu tahun lalu. Letusan ini menghasilkan kaldera di selatan Danau Toba, meliputi daerah Prapat dan Porsea.
  • Letusan kedua yang memiliki kekuatan lebih kecil, terjadi 500 ribu tahun lalu. Letusan ini membentuk kaldera di utara Danau Toba. Tepatnya di daerah antara Silalahi dengan Haranggaol. Dari dua letusan ini, letusan ketigalah yang paling dashyat.
  • Letusan ketiga 74.000 tahun lalu menghasilkan kaldera, dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya.
Gunung Toba ini tergolong Supervolcano. Hal ini dikarenakan Gunung Toba memiliki kantong magma yang besar yang jika meletus kalderanya besar sekali. Volcano kalderanya ratusan meter, sedangkan Supervolacano itu puluhan kilometer.

Terlihat pemandangan kaldera gunung Toba yang kini bernama Danau Toba dan ditengahnya terdapat pulau Samosir yang terbentuk karena adanya gaya up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.



Yang menarik adalah terjadinya anomali gravitasi di Toba. Menurut hukum gravitasi, antara satu tempat dengan lainnya akan memiliki gaya tarik bumi sama bila mempunyai massa, ketinggian dan kerelatifan yang sama.
Jika ada materi yang lain berada di situ dengan massa berbeda, maka gaya tariknya berbeda. Bayangkan gunung meletus.
Banyak materi yang keluar, artinya kehilangan massa dan gaya tariknya berkurang. Lalu yang terjadi up-lifting (pengangkatan). Inilah yang menyebabkan munculnya Pulau Samosir.
Magma yang di bawah itu terus mendesak ke atas, pelan-pelan. Dia sudah tidak punya daya untuk meletus. Gerakan ini berusaha untuk menyesuaikan ke normal gravitasi.
Ini terjadi dalam kurun waktu ribuan tahun. Hanya Samosir yang terangkat karena daerah itu yang terlemah. Sementara daerah lainnya merupakan dinding kaldera.
Toba "Supervolcano" Lake and Samosir Island

Sedangkan nenek moyang manusia modern, Homo sapiens, mulai muncul dan tinggal di kawasan Afrika 150.000-200.000 tahun lalu. Mereka mulai bermigrasi ke luar Afrika 70.000 tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia. Pada periode yang lebih kurang sama, 74.000 tahun lalu, terjadi letusan dahsyat Gunung Toba ini.
Apabila dikaitkan dengan letusan Toba, temuan itu juga menunjukkan bahwa nenek moyang kita ternyata mampu bertahan dari bencana dahsyat yang berpotensi memusnahkan kehidupan.

Skenario survival tersebut didukung bukti dari rekam jejak DNA pada populasi di kawasan Wallacea yang menunjukkan campuran gen dengan populasi dari kawasan Sunda Besar (yang sekarang dikenal sebagai kawasan Asia Tenggara).

Selain itu, ada temuan fosil dan peninggalan manusia purba di Gua Niah, Sarawak. Dari umurnya, temuan Niah mengindikasikan bahwa manusia tidak musnah karena letusan Toba.
Para ilmuwan sangat meyakini bahwa semua supervolcano yang ada di dunia termasuk Gunung Toba pasti akan meletus kembali. Namun tidak ada yang dapat memastikan dengan akurat kapan meletus kembali. Yang ada hanyalah perkiraan.

Letusannya bisa saja terjadi esok hari atau ribuan tahun lagi. Yang jelas suatu saat danau Toba yang tercipta akibat hasil dari letusan gunung Toba pasti akan meletus kembali.


Sumber :  Indocropcircles
0 komentar

Ilmuwan Temukan Cara Tunda Zaman Es Lanjutan

Para ilmuwan berhasil menemukan ‘senjata’ baru yang mampu digunakan menunda zaman es lanjutan di Bumi. Apa itu?

Berdasarkan data sejarah periode interglasial hangat, tim ilmuwan internasional menyatakan, Bumi akan mengalami zaman es lagi pada 1.500 tahun mendatang.
Namun, hal ini bisa ditunda lebih lama lagi menggunakan emisi manusia atau gas rumah kaca, khususnya karbon dioksida (CO2).

Hamparan Es Kutub Utara
Hamparan Es Kutub Utara


Jika konsentrasi CO2 berada di tingkat ‘alami’ siklus glacial, maka zaman es bisa ditunda. “Saya rasa bukan hal realistis melihat glasiasi dalam waktu dekat,” kata Lawrence Mysak dari McGill University seperti dikutip UPI.


Ada beberapa anggapan, zaman es ini merupakan hal baik namun Luke Skinner dari Cambridge University mengatakan, itu merupakan pendangan jangka pendek.
“Ini menjadi diskusi filosofikal menarik, ‘apakah kita lebih baik dalam hangat atau glasiasi?,’” katanya.

Namun terdapat hal terlewatkan karena saat ini iklim terus memanas dan menambah CO2 pada iklim hangat sangat berbeda dengan menambahnya di iklim dingin, lanjutnya.
“Tingkat perubahan dengan CO2 pada dasarnya belum pernah terjadi sebelumnya dan ada konsekuensi besar jika kita tak mampu mengatasinya,” tutupnya.

SUmber : Inilah.com
0 komentar

Ada Gendang Dari Kulit Manusia di Papua!

Desa adat Yobeh di Danau Sentani, Kab Jayapura, Papua, punya benda pusaka yang menakjubkan. Mereka memiliki Tifa, gendang khas Papua, berumur 200 tahun yang memakai kulit manusia asli.

Tifa berusia 200 tahun (Sastri/detikTravel)


Kunjungan saya ke Desa Yobeh dilakukan di sela-sela Festival Danau Sentani 2012, Kamis (22/6/2012) lalu. Setelah mengambil beberapa gambar, saya mendapati seluruh rombongan mengerubungi Kepala Suku. Rupanya ia sedang menjelaskan sesuatu, tentang Tifa berumur ratusan tahun.

"Tifa dibuat menggunakan kulit manusia. Umurnya dua ratus tahun. Dulu ada dua, Tifa laki-laki sama perempuan. Yang perempuan dibawa ke Belanda, sekarang dimuseumkan di sana. Di sini, tinggal Tifa laki-laki," jelas sang Kepala Suku, tampak berusaha terus menggunakan bahasa Indonesia saat berbicara dengan pengunjung.


Tifa adalah alat musik khas Papua yang berbentuk gendang. Mendengar penjelasan sang Kepala Suku, seluruh rombongan penasaran. Kami lalu dibolehkan masuk ke dalam sebuah rumah tempat Tifa itu disimpan. Sebelum masuk ruangan, kami wajib mengucap salam. Permisi...

Ada dua Tifa yang menggantung di langit-langit. Warnanya hitam, mungkin termakan usia. Sejepret-dua jepret kamera dan saya pun keluar untuk ganti giliran dengan pengunjung lainnya. Di pintu rumah, Kepala Suku angkat bicara.

"Tifa ini sebagai pertanda kalau ada warga yang mau meninggal. Yang rambutnya sudah memutih, yang sudah ada bercak-bercak di wajahnya. Malam hari, Tifa akan bunyi sendiri. Pertanda besoknya dia akan meninggal."

Astaga! Ini adalah hal paling mistis yang saya temui sepanjang FDS 2012. Tapi rupanya Kepala Suku belum selesai cerita.



Tarian selamat datang (Sastri/detikTravel)


"Kalau Tifa ini bunyi, yang di Belanda sana juga bunyi. Bersamaan," kata dia.

Setelah tercekat beberapa detik, dua warga lokal yang berdiri tak jauh dari situ mengalihkan perhatian saya. Mereka membawa tombak panjang, memegangnya dengan hati-hati dan mengelusnya dengan cermat. Itu adalah tombak keramat.

"Ini juga tombak laki-laki dan tombak perempuan. Digunakan untuk perang. Tidak bisa digunakan sembarang orang, harus yang sudah tua atau punya kedudukan," tutur salah seorang warga Yobeh.

Seperti pondasi bangunan, tombak itu juga terbuat dari kayu besi. Tombak laki-laki sekitar 3 meter tingginya, sementara yang perempuan sekitar 3,5 meter. Motif khas Papua terukir di tiap bagian tombak itu, dari pangkal sampai ujung. Sama seperti Tifa keramat itu, tombak ini juga usianya tak tanggung-tanggung.

"Lima belas keturunan. Sekarang digunakan untuk acara pelantikan," tambahnya.

Saya bertanya, apa nama tombak itu? Mereka tersenyum dan menjawab, kalau nama tombaknya tak boleh disebut. Terlalu sakral.

Tak sampai satu jam kami singgah di Desa Yobeh. Masih dengan senyum mengembang, warga setempat mengantar kepergian kami ke dermaga. Melambaikan tangan lama sekali hingga kapal tak terlihat.

Di dalam kapal, pemandu kami, Andre bicara kepada segelintir orang termasuk saya. Kata-katanya tersendat, namun bisa ditangkap oleh siapa pun yang kebetulan sedang berada di dekatnya.

"Saya dekat sekali dengan Kepala Suku-nya. Menginap di rumahnya beberapa hari. Selama bertahun-tahun saya nggak tahu sama sekali tentang batu, tombak, apalagi Tifa. Mereka sembunyikan itu rapat-rapat," tuturnya.

Lanjut Andre, ini adalah kali pertama Desa Yobeh membuka diri untuk wisatawan. Dari 24 desa adat di Danau Sentani, tak lebih dari 5 desa yang membuka wajah untuk pariwisata. Tampaknya masyarakat Desa Yobeh sudah mulai mengetahui dampak positif pariwisata, terutama untuk aspek ekonomi dan kesejahteraan.

"Banyak sekali desa di sini (Danau Sentani-red) yang minta didatangi wisatawan. Tapi nggak semuanya mungkin, soalnya jarak pulaunya ada yang jauh sekali dekat hilir," tambah Andre.

Saya pun terkesima. Sulit membayangkan kalau hampir seluruh desa adat di sini kini berlomba-lomba untuk dikenal turis, membuka pintu lebar-lebar terhadap dunia pariwisata. Mereka mengungkapkan apa yang telah disimpan beratus-ratus tahun lamanya.



Sumber : Detik Travel
0 komentar

Penerbangan Pertama Era Kolonial Amsterdam-Jakarta

Dulu bangsa Eropa banyak memiliki wilayah jajahan di belahan dunia. Salah satunya Belanda yang menjajah Indonesia tiga abad lamanya.

Penerbangan Pertama Era Kolonial Amsterdam-Jakarta


Sebelum ada pesawat terbang, para bule Belanda hilir mudik ke Dutch East Indies (Indonesia) dengan menumpangi kapal laut. Mereka harus sabar menempuh waktu enam hingga delapan pekan lamanya, paling cepat satu bulan, untuk sampai di Indonesia.

Namun, kemajuan teknologi yang dicapai manusia telah memudahkan mereka berlalu lalang dari Belanda ke Indonesia. Saat itu pesawat terbang telah berhasil diciptakan dan mampu memperpendek waktu perjalanan ke lokasi tertentu.

Seperti dutch-aviation.nl, maskapai kerajaan Belanda, KLM, resmi didirikan pada 25 September 1930. Salah satu prestasi besar yang berhasil dicapai maskapai itu dalam sejarah penerbangan adalah berhasil menempuh penerbangan dari Amsterdam ke Batavia (Jakarta), yang saat itu dikuasai Belanda.

Meski penerbangan menempuh jarak lebih dari 11 ribu kilometer, teknologi navigasi yang digunakan belum secanggih seperti sekarang. Saat itu, pilot masih menggunakan peta topografi berwarna dan bantuan dari operator radio di darat. Selama penerbangan, operator radio akan membantu navigasi sepanjang garis pantai yang digunakan sebagai jalur penerbangan.

Pada tahun 1935, penerbangan dari Amsterdam menuju Batavia diperkenalkan untuk pertama kalinya. Awalnya, maskapai hanya melayani penerbangan sekali seminggu.

Kemudian pada 12 Juni 1935, maskapai melayani penerbangan dua kali seminggu. Pesawat yang digunakan untuk penerbangan itu berjenis DC2 PN-AKN "Nachteegal" dengan nomor penerbangan 241.

Dengan mempertimbangkan daya angkut dan jarak tempuh, maskapai hanya memperbolehkan maksimal 5 penumpang. Selanjutnya jumlah penumpang bertambah menjadi 7. Waktu tempuhnya sekitar 10 hari.

Seusai penerbangan panjang itu, para awak menghabiskan waktu selama 6 hari beristirahat di Lembang, Bandung. Selain melayani rute jarak jauh, maskapai MLM juga melayani rute penerbangan jarak pendek, yaitu dari Singapura ke Batavia yang mendarat di Tjililitan Airport, sekarang Halim. Penerbangan pendek itu juga melakukan transit di Palembang.


Sumber : Merdeka
0 komentar

Kakek Termuda dan Ganteng di Dunia Umur 29 Tahun

Berusia 29 tahun, tetapi Shem Davies sudah menjadi kakek setelah putrinya yang berumur 14 tahun melahirkan. Davies juga menjadi ayah ketika umurnya baru 14 tahun. Inilah Kakek Termuda di Dunia Berumur 29 Tahun. Kepada The Sun, Davies mengungkap “kebahagiaannya yang luar biasa” atas kelahiran cucunya itu.Tia menamai bayinya Ava Grace yang dilahirkan 10 pekan lebih awal sehingga harus dirawat di dalam inkubator. Bobot bayi itu hanya sekitar 1 kilogram.

kakek termuda di dunia

Bayi itu kini dirawat di unit perawatan khusus bayi di sebuah rumah sakit di Bridgen, South Wales. Meskipun begitu, Davies mengaku kaget ketika Tia mengaku hamil dengan pacarnya, Jordan Williams, yang berumur 15 tahun. Davies yang kini memiliki anak berusia sembilan bulan dari Robyn Thomas mengatakan, “Rasanya beberapa saat lalu Tia masih bayi, tiba-tiba dia sudah hamil.”

“Saya bisa saja memarahinya, tetapi apa gunanya. Saya menyadari situasi ini sulit bagi mereka karena saya dulu mengalaminya ketika seusia mereka,” ujar Davies yang kini pengangguran itu. Davies mengaku tidak siap menjadi ayah di usia 14 tahun. “Saya tidak bisa menghadapinya dan saya kabur,” akunya.

Kakek Termuda

Dia berpisah dengan ibu Tia, Kelly, tiga bulan setelah Tia lahir. “Mimpi terburuk saya selama ini adalah Tia mengulangi kesalahan yang saya lakukan dulu, hamil di usia muda,” kata Kelly yang kini berusia 30 tahun. “Padahal, saya sering menasihatinya tentang kontrasepsi,” katanya. 



Sumber : http://unikbaca.blogspot.com/2012/07/kakek-termuda-dan-ganteng-di-dunia-umur.html
0 komentar
 
Support : Creating Website | T. Raflie Robi Sonata |
Copyright © 2013. Info Kita Saja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Obyz Pharmacist
Proudly powered by Blogger