••••Selamat Datang di Info Kita Saja Blog••••
Terbaru Hari Ini
print this page
Postingan Baru
Tampilkan postingan dengan label Budaya Bangsa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Bangsa. Tampilkan semua postingan

Ini Dia Perancang Batik yang digunakan Tim Arsenal...?

Para punggawa klub Arsenal ternyata menyuguhkan kado spesialnya bagi para pendukung The Gunners Indonesia. Sebelum bertolak ke Jakarta, enam pemain klub raksasa London Utara itu mengenakan pakaian khas Indonesia, batik.

Ini Dia Perancang Batik yang digunakan Tim Arsenal...?
 

 

Dalam video berdurasi 1 menit 36 detik di situs resmi Arsenal, Tomas Rosicky, Olivier Giroud, Mikel Arteta, Lukas Podolski, Per Mertesacker, dan Wojciech Szczesny mengenakan batik untuk sesi pemoretan yang istimewa. Pemoretan itu dilakukan di The Shenley Training Centre, tempat latihan Arsenal.

Batik yang dikenakan tim ini berhiaskan logo klub dengan dua desain. Batik warna merah dikenakan Podolski dan Szczesny yang didominasi warna merah dengan logo Arsenal. Sementara Arteta, Giroud, Rosicky, dan Mertesacker mengenakan batik dengan perpaduan hijau, putih, merah marun, dan cokelat bermotif seperti bunga melati dan matahari.

Siapa sebenarnya siapa perancang batik untuk tim Arsenal? Tempo menghubungi Ade Kartika, Vice Precident Alleira. "Wah, tim Arsenal pakai batik ke Indonesia?" kata Ade melontarkan pertanyaan. "Saya tidak tahu siapa yang merancang batik yang mereka kenakan. Bukan kami Alleira. Secara pribadi, kalau kami yang diberi kesempatan dan memiliki akses sangat ingin sekali. Tetapi sungguh kami tidak tahu menahu," kata Ade yang dihubungi melalui telepon seluler, Jumat, 12 Juli 2013.

Selama ini Alleira pernah mendapat kesempatan mendandani beberapa tamu internasional dengan batik. Di antaranya adalah bintang tamu musisi internasional di acara Java Jazz, beberapa Miss Universe, dan para tokoh dunia yang menghadiri acara konferensi di Indonesia.

Berdasarkan pengamatan Ade , dia melihat batik dalam foto tim itu--yang bergaya dengan batik--berasal dari pengerajin Yogya. "Dengan melihat fotonya, saya kira batik yang dipakai karya pengerajin asal Yogya. Saya pernah membaca sebuah artikel di Yogya ada salah satu pengerajin yang suka membuat batik dengan logo-logo kesebelasan bola. Bisa jadi mereka yang diminta Arsenal membuatkan batiknya," ungkap Ade panjang lebar.

Sementara perancang Era Soekamto yang dihubungi melalui pesan singkat blackberry menuliskan, "Aku enggak tahu Mbak siapa yang merancang batik untuk tim tersebut."

Dalam pesan tersebut, Era menuliskan dia ikut bangga batik pun kini dipakai oleh tim dunia seperti Arsenal. "Batik memang memiliki masa depan global dan menjadi kebanggaan Indonesia," ujarnya. (Tempo)
0 komentar

Miris, Ada Lagi Cerita Mesum di Buku Pelajaran SD

Orang tua siswa SD di Bogor, Jawa Barat, resah dengan beredarnya buku pelajaran anak mereka yang berisi kalimat berbau mesum. Buku berjudul 'Aku Senang Belajar Bahasa Indonesia' untuk siswa kelas enam SD itu beredar di SDN Polisi 4 Kota Bogor. 


Informasi soal buku itu dimuat dalam blog Komite SDN Polisi 4 Bogor. Seperti dikutip dari komitesdnpolisi4.blogspot.com, kejanggalan terungkap setelah salah satu orang tua membagi cerita.

Seorang ibu menuturkan bahwa pada Senin malam, 8 Juli 2013 kemarin, putrinya mempertanyakan maksud yang terkandung dalam wacana buku paket pelajaran Bahasa Indonesia terbitan CV Graphia Buana halaman 55-60 itu.


Sang ibu yang juga berlatar belakang ilmu kependidikan dan seorang guru dibuat terperanjat ketika membaca wacana yang disadur dari AkmalBlog tersebut.

Di sana tertulis kata-kata yang tidak pantas dibaca anak SD. Tulisan itu terdapat dalam cerita berjudul 'Anak Gembala dan Induk Serigala'. Cerita itu mengkisahkan seorang pekerja seks di sebuah warung remang-remang.

Dia bingung menerangkan, karena meskipun putrinya hobi membaca, tapi tak pernah bersentuhan dengan tema bacaan semacam itu. "Sang ibu berbagi informasi karena khawatir jangan-jangan hanya dia yang mempersepsikan isi wacana dalam buku yang disusun oleh Ade Khusnul dan M.Nur Arifin edisi cetakan pertama Maret 2013 tersebut tidak layak dibaca siswa-siswi kelas enam."

Sejumlah orang tua yang geram dengan isi buku itu langsung melaporkannya ke Dinas Pendidikan Kota Bogor. Salah seorang orang tua siswa yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku membeli buku paket pendamping setebal 145 halaman itu dari luar sekolah.

Berikut salah satu penggalan cerita di buku itu:

Kali ini, dia membulatkan tekad untuk berkuasa sepenuhnya pada daya tubuhnya. Hanya itu yang dia punya. Hanya itu, Maka…

“Bergairahlah lelakiku. Aku ingin sekali menyempurnakan keinginanmu.”

Lelaki itu tersenyum lebar. Dia mengulurkan segelas minuman pada perempuan itu yang segera disambut dan dituntaskan dalam satu tegukan. Mereka tenggelam dalam pelukan dan ciuman.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fetty Qondarsyah, menyesalkan beredarnya buku yang berbau seks tersebut. Instansinya baru menerima laporan dari dua sekolah, yakni SDN Polisi 4 dan SDN Gunung Gede.

"Kami akan mengumpulkan seluruh Kepala Sekolah yang telah mewajibkan orang tua siswa untuk membeli buku tersebut. Kami akan menarik peredaran buku di wilayah Kota Bogor," kata Fetty, Rabu, 10 Juli 2013.

Dia mengaku sudah melarang penjualan buku di sekolah. Seharusnya, kata dia, sebelum beredar, setiap buku diketahui oleh Dinas Pendidikan. Kepala Sekolah tidak boleh langsung menetapkan buku tersebut sebagai buku bacaan siswa.

"Saya kaget, tema bacaan tersebut disadur dari sebuah blog 'AkmalBlog' kemudian terlewati oleh tim penyunting penerbit," ucapnya.

Dinas Pendidikan Bogor berjanji untuk menyelidiki lebih lanjut. Dia juga akan minta klarifikasi dari pihak penerbit, CV Graphia Buana.

VIVAnews belum berhasil mendapatkan konfirmasi dari penerbit. Saat didatangi Rabu siang, kantor CV Graphia Buana, jalan Temanggung Wiradireja, Tanah Baru, Bogor Utara, Kota Bogor, sepi. Pintu pagar tertutup rapat. "Tidak ada orangnya mas," kata seorang pria yang ditemui di depan kantor CV Graphia Buana.

Dari istri simpanan hingga foto Miyabi

Buku pelajaran berisi materi tak mendidik juga pernah beredar di sejumlah daerah. Pada akhir 2012 lalu orang tua siswa SD di Kudus, Jawa Tengah, resah dengan Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Jawa kelas tiga SD yang berisi pesan tidak pantas.

Dalam buku terbitan CV Sindunata Sukoharjo, Jawa Tengah, itu diceritakan seorang kakek yang memiliki resep awet muda dengan mengisap ganja sebelum tidur, minum-minuman keras dua botol dan menghabiskan rokok dua bungkus.

Manajer CV Sindunata Sukoharjo, Yatim Arohmah, membantah pembuatan LKS itu tanpa pertimbangan. Dia mengaku punya niat baik dengan mencetak LKS tersebut. Selain Kudus, LKS sudah beredar di seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah, termasuk Solo. "Di kota lain LKS yang beredar tidak bermasalah. Tetapi di Kudus oleh salah satu SD dianggap bermasalah."

Kejadian serupa terjadi di Kolaka, Sulawesi Tenggara. Pada Desember tahun lalu, Kepala Sekolah khawatir dengan isi buku panduan ensiklopedia. Sebab dalam buku tersebut terdapat gambar berbau porno.

Kepala SD Negeri 1 Sabilambo, Sulwan Sofian, mengatakan gambar berbau porno itu terdapat pada materi seni rupa. "Ada gambar perempuan dengan posisi menyamping dan tanpa menggunakan busana," ujar Sulwan.

Buku panduan ensiklopedia yang berasal dari bantuan Kemendikbud tahun 2011, telah diamankan untuk mengantisipasi agar tidak dibaca oleh murid-murid SD.

Kemudian pada September 2012, sebuah LKS yang memuat foto bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi, dibagikan kepada murid kelas tiga di SMP swasta di Mojokerto, Jawa Timur. Berdasarkan laporan yang diterima Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pendidikan Jawa Timur, pemasangan foto Miyabi pada LKS itu tidak disengaja. "Mereka mengaku kecolongan," kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemendikbud, Ibnu Hamad.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 2 Tahun 2008 menyebutkan bahwa pengawasan buku pelajaran dan penunjang menjadi tugas Kementerian melalui Pusat Kurikilum dan Perbukuan.

Sedangkan, pengawasan untuk LKS menjadi urusan dinas di daerah. "Jadi, sebelum LKS diedarkan, Dinas Pendidikan daerah, dalam hal ini provinsi dan kabupaten atau kota, harus menyeleksi dengan ketat," kata Ibnu.

Namun, tambah Ibnu, karena LKS yang dianggap bermasalah telah berulang kali terbit, muncul gagasan pengawasan seluruh buku pelajaran, termasuk LKS, akan diawasi secara terpusat oleh Kemendikbud langsung.

Kemendikbud meminta Dinas Pendidikan di daerah untuk lebih selektif sebelum mengedarkan buku kepada para siswa. "Kami harap sekali peran dari Dinas Pendidikan provinsi dan kota untuk menyeleksi buku yang akan diberikan pada siswa. Selain itu, peran para guru juga penting," katanya.

Cerita 'Bang Maman dari Kali Pasir' juga sempat menggegerkan dunia pendidikan Ibukota, Jakarta, pada April 2012 lalu. Kisah istri simpanan itu ada di buku muatan lokal Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta. Adalah Intan Budi Utoyo, orang tua Adivia Hana, siswa kelas dua SD Angkasa IX, Halim, Jakarta Timur, yang menemukan keganjilan itu. Dia terkejut sebab dalam buku anak-anak SD itu ternyata ada cerita yang dinilai tak pantas.

Intan kaget ketika tiba-tiba anaknya menanyakan soal istri simpanan. Pertanyaan mengenai istri simpanan muncul saat Intan meminta anaknya membaca buku pelajaran itu sebagai persiapan untuk melaksanakan ujian.

Pihak penerbitnya, CV Media Kreasi, telah meminta maaf kepada seluruh siswa dan orang tua murid. "Saya memohon maaf kepada semuanya atas kejadian ini. Mungkin bahasanya yang salah. Seharusnya tidak pakai istri simpanan," ujar pemilik penerbit, Haryanto. "Yang jelas tidak ada kesengajaan dari kami. Saya mohon maaf sampai jadi begini," katanya.


Sumber : VivaNews
0 komentar

Malaysia Dukung Bahasa Indonesia Mendunia

Menteri Penerangan Malaysia, Datuk Sri Utama Rais Yatim, mengusulkan bahasa Indonesia sebagai bahasa dunia kelima. Alasannya, bahasa Indonesia dipakai hampir 300 juta penduduk, baik di Indonesia maupun Malaysia. "Kita usulkan itu, dan secara informal saya sudah katakan pada Menteri Komunikasi dan Informasi RI, Tifatul Sembiring. Dia (Tifatul) bilang usul menarik yang perlu dipelajari dan ditindaklanjuti," kata Rais, di Kuala Lumpur, Selasa (29/1).

Malaysia Dukung Bahasa Indonesia Mendunia


Berbicara di hadapan sejumlah wartawan Indonesia, Rais Yatim mengatakan, jika Indonesia setuju, perlu dibuat semacam joint committee untuk mengembangkan lebih lanjut. "Malaysia tidak akan berdiri di depan, melainkan agar Indonesia yang berperan, karena pengguna bahasa Indonesia lebih banyak di Indonesia," kata Rais.


Rais Yatim yang pernah menjadi menlu, lebih lanjut, mengatakan budaya dan pemikiran Barat telah merasuk ke mana-mana sehingga generasi muda menganggap yang terbaik adalah yang dari Barat. Budaya Melayu dan bahasa Indonesia bisa menjadi alternatif. Menjawab pertanyaan tentang naik-turunnya hubungan Indonesia dan Malaysia di mata masyarakat, hubungan Indonesia-Malaysia seharusnya seperti pengantin baru, artinya masing-masing melindungi kelemahan dan menjaga perasaan sehingga tidak akan timbul persoalan persepsi yang keliru.

"Jangan membuat isu yang bisa menimbulkan masalah sebab kita sedayung, sederep, sejalan," kata Rais. Dalam kaitan ini, Rais melihat jika media tidak meributkan masalah hubungan kedua negara, masalah tidak akan muncul.

Menjawab pertanyaan soal TKI yang sering menimbulkan masalah, Rais mengatakan setuju bila penempatan TKI ke Malaysia tidak melalui agen, tapi resmi antarnegara. Namun, pihak Indonesia mungkin banyak ditentang agen atau PJTKI. "Bagi kami, bila antar pemerintah akan mengurangi berbagai ekses karena agen pasti mencari untung sebesar-besarnya.



Sumber : KJ
0 komentar

Menggugat Mitos Bangsa Bodoh Ciptaan Kolonialisme Barat

Penulis : Agus Sunyoto, Pengasuh di Pesantren Budaya Nusantara

Dalam Sarasehan Ahad Pagi yang bertema ‘Indonesia di tengah arus globalisasi’ dengan narasumber Prof Nafaq al-Bahluli, Ph.D, seorang pakar sejarah sosial. Seperti lazimnya doktor lulusan luar negeri, Prof Nafaq al-Bahluli memiliki pandangan miring bersifat stigmatis terhadap orang-orang Indonesia yang  dikenal sebagai pribumi  pemalas, etos kerjanya rendah, lebih suka menggunakan perasaan daripada akal, suka pamer, pemikirannya diliputi  takhayul, suka berangan-angan, kurang memiliki kemampuan untuk bersaing, dan agak  sedikit bodoh. Itu sebabnya, menurut Prof Nafaq al-Bahluli, di era global ini orang-orang Indonesia hanya berkedudukan sebagai konsumen karena tidak mampu memproduksi komoditas apalagi mendistribusikannya.

Menggugat Mitos Bangsa Bodoh Ciptaan Kolonialisme Barat
foto : http://niadilova.blogdetik.com

Untuk menunjukkan bukti ketidak-mampuan orang-orang Indonesia bersaing di era global, Prof Nafaq al-Bahluli memaparkan kemajuan bangsa Eropa di bidang IPTEK yang jauh tidak terkejar, yang pengaruhnya terlihat pada  sejumlah istilah teknologi Belanda dalam bahasa Indonesia seperti:  Kusir (koetsir), sopir (chauffeur), cek (check), sekop (schoppen), sepur (spoor), spon (spons), slot, grendel, engsel, radio, lampu, gelas,  delman, hotel, jodium, kantoor, bank. Pos (post), bromfiets,  bom, buku (boek), dok, bioskop (bioscoop), plafon, klompen, dll. “Kalau bikin alas kaki yang disebut klompen saja meniru Belanda, apa yang bisa dibikin oleh bangsa ini?” kata Prof Nafaq al-Bahluli dengan nada mengejek lalu melanjutkan,”Bagaimana bisa menyaingi USA, Jepang, Cina, Jerman, Perancis, inggris, bahkan Thailand dan Vietnam kalau bikin peniti saja tidak bisa. Peniti saja impor dari Cina.”
 


Pada saat sesi dialog dibuka Dullah yang tersinggung mencecar Prof Nafaq al-Bahluli dengan memaparkan bukti-bukti kemampuan orang-orang Indonesia memproduksi komoditas yang bisa bersaing di tengah perdagangan global seperti sepeda motor, mobil, televisi, radio, kulkas, pesawat terbang, dll. “Apakah Anda mengingkari fakta bahwa bangsa kita sudah mampu memproduksi mobil Kijang, motor Revo, pesawat Tetuko CN-120, TV Sony, radio Telesonic, kulkas Sharp?” kata Dullah.

“Itu bukan masuk prestasi yang berkaitan dengan kemampuan anak bangsa Indonesia di bidang teknologi,” kata Prof Nafaq al-Bahluli meremehkan.
“Apa Anda mengingkari fakta?” sergah Dullah dengan nada tinggi.

“Tidak ada yang mengingkari fakta,” sahut Prof Nafaq al-Bahluli,”Sebab mobil Kijang yang Anda maksud itu sejatinya adalah mobil Toyota bikinan Jepang. Mobil Kijang diproduksi di Indonesia untuk alasan pemasaran belaka. Jadi, hanya nama saja yang Indonesia: Kijang. Sejatinya itu produk Jepang. Motor Revo, Astrea, Supra, King, Vario sejatinya adalah motor Honda bikinan Jepang yang meluaskan produksi dengan membangun pabrik di Indonesia. Begitu juga dengan produk radio, televisi, kulkas, kipas angin adalah bikinan Jepang yang meluaskan pasar dengan memproduksi di Indonesia. Pesawat pun, itu mencontoh Cassa Spanyol. Bahkan pabriknya sudah bangkrut.”

Dullah diam. Semua peserta sarasehan diam menarik nafas berat atas fakta-fakta yang disodorkan Prof Nafaq al-Bahluli terkait kebodohan dan kemalasan orang-orang Indonesia. Prof Nafaq al-Bahluli sendiri  memandangi hadirin sambil senyum-senyum mengejek.

Tanpa terduga, tiba-tiba Sufi Sudrun bertanya,”Saya mau tanya soal teknologi meriam alias kanon, prof, boleh tidak?”

“Oo silahkan, boleh saja,” sahut Prof Nafaq mengerutkan kening.
“Siapa yang mengembangkan teknologi meriam pertama kali?” tanya Sufi Sudrun.


“Sebagaimana kita ketahui dari sejarah, teknologi pembuatan meriam dikembangkan bangsa Eropa pada abad ke-15. Karena itu, orang-orang Indonesia selalu kalah bertempur melawan Belanda karena tidak punya meriam. Mana mungkin meriam dan senapan dilawan tombak, keris, pedang, panah, kelewang?” jawab Prof Nafaq al-Bahluli menjelaskan.


“Ah rupanya pengetahuan sejarah Anda belum lengkap, prof,” tukas Sufi Sudrun tegas.
“Belum lengkap bagaimana?” sergah Prof Nafaq,”Apa maksudnya?”
“Anda harus membaca lebih detail sejarah perjalanan Vasco da Gama dari Eropa ke India.”


“Mmm, bukankah dia masuk ke Calicut di India tahun 1498?”
“Itu benar, tapi yang saya maksud bagaimana sambutan Samutiru, penguasa Calicut terhadap kehadiran Vasco da Gama waktu itu?”
tanya Sufi Sudrun.


“Kalau tidak salah, Vasco da Gama disambut dengan salvo tembakan bedhil ke udara.”
“Berarti saat Portugis pertama datang ke India, penduduk India sudah menggunakan bedhil, benar begitu kan?”
kata Sufi Sudrun dengan nada tanya.


“Hmm, kayaknya begitu.”
“Tahun 1510, 12 tahun pasca kedatangan Vasco da Gama, d’Abuquerque membawa kapal-kapal akan menyerang Malaka karena Sultan Malaka telah menawan anak buahnya yang dipimpin Diego de Coelho. Lewat kurir Diego de Coelho mengirim surat kepada d’Albuquerque, memperingatkan agar pimpinannya itu tidak gegabah menyerang Malaka. Apakah kira-kira alasan Diego de Coelho meminta pimpinannya itu agar tidak gegabah?”
tanya Sufi Sudrun.


“Kalau tidak salah Diego de Coelho memperingatkan d’Albuquerque tentang meriam-meriam ukuran besar yang melindungi bandar Malaka,” kata Prof Nafaq al-Bahluli.
“Menurut Diego de Coelho, darimana meriam-meriam itu didatangkan?”
“Dari Jawa.”
“Berarti dari Majapahit dan Demak, bukan?”
tanya Sufi Sudrun.
“Kayaknya begitu pak.”
“Dalam sastra  Majapahit Kidung Panji Wijayakrama disebutkan keberadaan alat perang yang disebut BEDHIL  dan BEDHIL BESAR serta istilah JURU MUDI NING BEDHIL BESAR. Apa kira-kira makna alat-alat perang itu?”
kata Sufi Sudrun dengan suara ditekan.


“Eee kalau tidak salah BEDHIL adalah Senapan dan BEDHIL BESAR adalah Meriam, sedang JURU MUDI NING BEDHIL BESAR adalah operator Meriam,” sahut Prof Nafaq al-Bahluli.


“Berarti jauh sebelum Portugis datang ke India tahun 1498, orang Majapahit dan Demak sudah memproduksi BEDHIL dan BEDHIL BESAR yang diperdagangkan sampai ke Malaka. Bukankah seperti itu kesimpulannya, prof?” kata Sufi Sudrun

Prof Nafaq al-Bahluli diam.

“Bagaimana sampeyan dan para sejarawan didikan sekolah menetapkan fakta palsu bahwa senapan dan meriam itu yang memperkenalkan bangsa Eropa? Tidakkah itu mengingkari bahwa penemu mesiu adalah Cina? Bukankah meriam pertama kali digunakan oleh Jenghiz Khan pada pertengahan abad ke-13? Bukankah Majapahit yang letaknya lebih dekat dengan Cina dengan cepat melakukan alih teknologi dibanding Eropa yang sangat jauh dari Cina?” tanya Sufi Sudrun berantai.

Prof Nafaq al-Bahluli termangu-mangu bingung.

“Kalau pada awal abad 15 orang Majapahit dan Demak sudah mampu memproduksi senapan dan meriam,” kata Sufi Sudrun dengan nada tinggi,” Dari aspek mana sampeyan menyimpulkan Bangsa Indonesia adalah bangsa goblok, pemalas, emosional, tidak mampu membuat karya apa-apa kecuali menjadi konsumen pengguna produk bangsa Barat?”



Sumber : Theglobal Review
0 komentar

Dari Riset Sejarah Untuk Kebangkitan Bangsa

Rasanya Aneh dan tidak masuk akal, upaya Viddy dan Sufyan yang ingin mengangkat nama Gajah Mada sebagai tokoh sejarah kelahiran Modo, Lamongan, justru dijegal dan tidak dihargai oleh oknum-oknum pejabat Pemkab Lamongan itu sendiri. Padahal di Malaka, Malaysia, Gubernurnya alias Menteri Besarnya mengeluarkan biaya jutaan ringgit (setara milyaran rupiah) untuk menghargai para peneliti sejarah yang mengangkat tokoh sejarah Hang Tuah.


Dua peneliti situs-situs Nusantara, Viddy Ad Daery dan Sufyan Al-Jawi dari Lembaga Yamasta, ditawari kerjasama sinergi dengan Pondok Pesantren Sunan Drajat, Paciran,Lamongan, untuk bekerjasama menjayakan kemajuan harkat dan martabat bangsa yang sedang terpuruk, antara lain membentuk Ludruk Gajah Mada.

Ki Semar Suwito, Manager Program Siaran Persada TV  milik Pesantren Sunan Drajat  menyarankan agar Viddy dan Sufyan banyak bekerjasama dengan Pondok Sunan Drajat, kalau memang upaya mereka selalu dijegal oleh oknum-oknum Disbudpar Kabupaten Lamongan.


“Adalah aneh dan tidak masuk akal, upaya Viddy dan Sufyan yang ingin mengangkat nama Gajah Mada sebagai tokoh sejarah kelahiran Modo, Lamongan, justru dijegal dan tidak dihargai oleh oknum-oknum pejabat Pemkab Lamongan itu sendiri. Padahal di Malaka, Malaysia,  Gubernurnya alias Menteri Besarnya mengeluarkan biaya jutaan ringgit (setara milyaran rupiah) untuk menghargai para peneliti
sejarah yang mengangkat tokoh sejarah Hang Tuah.” Kata Semar Suwito geram.

Hal itu dikatakan oleh Semar Suwito yang di masa mudanya sering menyutradarai sinetron-sinetron produksi TPI ( Televisi Pendidikan Indonesia ), setelah usai acara rekaman Wawancara Budaya dengan Viddy Ad Daery dan Sufyan Al-jawi di Studio Persada TV untuk disiarkan di Persada TV Drajat, Paciran, yang daya jangkaunya meliputi radius Lamongan, Gresik, Bojonegoro dan Tuban.

Menurut Semar Suwito, Pondok Sunan Drajat Paciran Lamongan mempunyai hubungan baik dengan Gubernur Jawa Timur, Pakdhe Karwo dan Mendikbud, Ir. Moh. Nuh, sehingga sinergi tersebut diharapkan akan disambungkan dengan channel yang berwenang, sehingga dapat mencapai goalnya, untuk mengangkat folklore Modo dan sejarah Nusantara, bahwa Gajah Mada adalah kelahiran
Modo, Lamongan.

Disamping itu, Persada TV bekerjasama dengan PARFI Jawa Timur pada awal 2013 akan membentuk Ludruk PARFI dengan mengutamakan pentas-pentas yang menampilkan lakon GAJAH MADA episode masa kecilnya versi Folklor Modo Lamongan.

Bagi Viddy, tawaran itu sangat berharga dan pihaknya akan sangat tertantang untuk mewujudkan aneka kerjasama untuk mengangkat Gajah Mada, lewat pementasan ludruk, penerbitan buku dan pembuatan sinetron.

Menurut Viddy, bahkan sudah ada dua penerbit yang menyatakan bersedia menerbitkan buku-bukunya.

Sedang menurut Sufyan Al-Jawi, yang lebih penting lagi adalah , Gajah Mada harus dijadikan sumber inspirasi, baik pemikirannya, langkah-langkah politiknya, maupun kepribadiannya yang luhur.

“Bagi bangsa yang sedang terpuruk ini, para pemimpinnya yang sebagian besar adalah ‘penggembos’ bangsa, wajib meneladani kepribadian Gajah Mada yang mampu menjayakan masyarakat Nusantara menjadi bangsa besar, dengan cara membaktikan sebagian besar hidupnya untuk kesejahteraan bangsa, dan justru malah kehidupan pribadinya banyak dikorbankan. Nah,para pemimpin kita kan justru sebaliknya, mereka mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya untuk kepentingan pribadi, justru dengan cara mengorbankan rakyat !” tandas Sufyan Al-Jawi kepada PelitaOnline.com



Sumber : Pelitaonline
0 komentar
 
Support : Creating Website | T. Raflie Robi Sonata |
Copyright © 2013. Info Kita Saja - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Obyz Pharmacist
Proudly powered by Blogger